RSUD Jombang luncurkan seragam batik baru bermotif Ngesti Raharjo saat momen HUT Kemerdekaan RI ke-81. (Istimewa).
JOMBANG, KabarJombang.com-Ada yang berbeda dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RSUD Jombang, Senin (17/8/2026).
Selain menggelar upacara di halaman rumah sakit, manajemen RSUD Jombang sekaligus memperkenalkan seragam batik baru bermotif Ngesti Raharjo.
Batik tersebut dirancang dengan memadukan karakter khas Kabupaten Jombang dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
Kehadiran motif baru itu diharapkan tidak hanya menjadi pembeda secara visual, tetapi juga mampu membangun semangat baru bagi seluruh civitas hospitalia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengatakan peluncuran seragam baru tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen untuk memberikan dorongan positif kepada seluruh pegawai.
“Dengan diluncurkannya batik baru ini, kami berharap seluruh karyawan-karyawati dan civitas hospitalia RSUD Jombang mendapatkan semangat serta motivasi baru untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Jombang dan sekitarnya,” ujar Pudji.
Ia menjelaskan, pemilihan warna biru pada desain batik bukan tanpa alasan. Warna tersebut dinilai mampu menghadirkan kesan sejuk dan tenang yang selaras dengan karakter pelayanan kesehatan.
Menurut Pudji, filosofi warna biru itu diharapkan dapat diterapkan dalam cara tenaga kesehatan berinteraksi dengan pasien maupun masyarakat yang datang menggunakan layanan rumah sakit.
“Warna biru ini memberikan rasa kesejukan. Harapannya, teman-teman bisa memberikan pelayanan yang lebih santun dan lebih soft kepada pasien maupun pengguna layanan di RSUD Jombang,” katanya.
Selain membawa identitas baru, pengadaan seragam tersebut juga menjadi bentuk perhatian manajemen terhadap penampilan dan kenyamanan para pegawai. Pasalnya, seragam batik yang sebelumnya digunakan telah cukup lama dipakai sehingga warnanya mulai mengalami pemudaran.
Pudji menilai kondisi tersebut sudah saatnya diperbarui, mengingat seragam merupakan bagian dari citra pelayanan rumah sakit yang secara langsung terlihat oleh masyarakat.
“Batik uniform yang lama sudah mulai pudar. Rasanya kurang elok kalau mereka memberikan pelayanan dengan seragam yang warnanya sudah pudar. Ini bentuk apresiasi dari manajemen agar seluruh civitas hospitalia bisa tampil lebih anggun dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih dari sekadar pakaian kerja, batik Ngesti Raharjo diharapkan menjadi simbol perubahan semangat di lingkungan RSUD Jombang. Manajemen berharap identitas baru tersebut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien.
“Uniform ini memberikan semangat baru sekaligus membawa arti kesejukan, sehingga diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna pelayanan di RSUD Jombang,” pungkas Pudji.
Peluncuran batik Ngesti Raharjo bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh civitas hospitalia. Bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dan sistem, tetapi juga sikap ramah, santun, dan profesional dalam melayani masyarakat.
Leave a Comment