Foto : Suasana lomba tarik tambang antar OPD dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten Jombang. (Kevin Nizar)
JOMBANG, KabarJombang.com – Di tengah padatnya rutinitas kerja pemerintahan, ada satu momen yang mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang untuk berhenti sejenak bukan untuk bersantai, melainkan untuk menyegarkan semangat kolektif, memperkuat ikatan antarlembaga, dan menyalakan kembali api nasionalisme di tengah birokrasi.
Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) di Lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang 2025 yang diikuti seluruh perangkat daerah, BUMD, hingga kecamatan se-Jombang. Bagi Bupati Jombang, Warsubi, kegiatan ini adalah pengingat bahwa membangun daerah tidak hanya soal kerja teknis, tapi juga soal kekompakan, semangat kebersamaan, dan rasa cinta terhadap tanah air.
“Saat bekerja, kita bekerja dengan penuh tanggung jawab. Tapi hari ini kita belajar bahwa bergembira bersama juga bagian dari penguatan mental ASN. Karena kekompakan dan rasa senasib sepenanggungan itu penting, apalagi dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah,” ujar Bupati Warsubi dalam arahannya.
Ia menekankan pentingnya menciptakan budaya kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga harmonis dan kolaboratif. Karena itu, kegiatan ini dijadikan sebagai ruang silaturahmi antarinstansi, serta latihan bagi para ASN untuk bersaing sehat tanpa kehilangan rasa persaudaraan.
Lebih jauh, semangat membangun Jombang juga tercermin dari prestasi membanggakan para atlet daerah dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur IX yang baru saja selesai digelar. Kontingen Jombang berhasil meraih 21 medali emas, 22 perak, dan 39 perunggu, dan menempati posisi ke-13 secara keseluruhan.
“Ini bukan hanya kemenangan para atlet, tapi kemenangan kita semua. Anak-anak muda Jombang telah membuktikan bahwa mereka punya potensi besar, dan mereka membawa nama daerah dengan penuh semangat juang,” ungkap Bupati Warsubi.
Ia pun berjanji akan terus mendorong peningkatan pembinaan olahraga, serta berharap agar pada PORPROV mendatang Jombang bisa menembus peringkat 10 besar.
Meski sarat nuansa kegembiraan, PORKAB tetap dilaksanakan tanpa mengganggu pelayanan publik. Bupati menegaskan, lomba boleh meriah, tapi tugas tetap harus berjalan.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi dari perlombaan bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan soal sportivitas dan sikap dewasa dalam berkompetisi. Segala bentuk konflik, gesekan, atau rivalitas berlebihan sangat tidak diharapkan.
“Yang paling penting dari semua ini adalah semangat kebersamaan. Kalau olahraga saja bisa membuat kita kompak, harusnya dalam pekerjaan pun bisa lebih dari itu,” tuturnya.
Menurutnya, PORKAB 2025 sebagai refleksi untuk terus membangun etos kerja ASN yang tangguh dan adaptif, sejalan dengan visi besar Kabupaten Jombang Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.
Leave a Comment