Advertorial

MPLS Ramah SMPN 1 Jogoroto Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama

Raja dan Ratu MPLS Jadi Ikon Perilaku Positif

JOGOROTO, KabarJombang.com – SMP Negeri 1 Jogoroto menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, adaptasi murid baru, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Kepala SMP Negeri 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri, S.Pd., mengatakan, sebelum pelaksanaan MPLS, pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan sosialisasi kepada wali murid sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses adaptasi peserta didik baru.

“Tahun ini, MPLS Ramah diikuti oleh 288 murid baru yang terdiri atas 135 murid laki-laki dan 153 murid perempuan. Kegiatan berlangsung setiap Senin hingga Kamis pukul 07.00–13.00 WIB, sedangkan pada Jumat dilaksanakan pukul 07.00–10.00 WIB di lingkungan SMP Negeri 1 Jogoroto,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan MPLS, peserta mendapatkan enam materi utama sesuai pedoman pemerintah, yakni Pagi Ceria, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Sopan dan Santun Bermedia Sosial, Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), Gerakan Indonesia ASRI, serta Gerakan Rukun Sama Teman.

“Selain itu, sekolah juga memberikan sejumlah materi tambahan yang relevan dengan perkembangan peserta didik, meliputi pembinaan mental dan keagamaan di sekolah, pengenalan Kurikulum Merdeka dan model pembelajaran Deep Learning, profil sekolah dan wawasan Wiyata Mandala, kesehatan reproduksi remaja, serta edukasi tentang bahaya narkoba, minuman keras, kenakalan remaja, judi online, dan pornografi,” ujarnya.

Pada hari ketiga, seluruh peserta mengikuti asesmen numerasi, literasi, serta deteksi dini bakat dan minat. Sebelumnya, sekolah juga melaksanakan pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT) setiap murid sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan peserta didik.

“Salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas MPLS di SMP Negeri 1 Jogoroto adalah pemilihan Raja dan Ratu MPLS. Berbeda dengan ajang serupa pada umumnya, penilaian tidak didasarkan pada penampilan fisik, melainkan pada sikap, kedisiplinan, keaktifan, serta kreativitas peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Seluruh peserta diberikan hak untuk memilih pasangan Raja dan Ratu MPLS melalui proses yang demokratis,” terang Kepala Sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi media pendidikan karakter yang mendorong murid untuk membiasakan perilaku baik, disiplin, serta berani menunjukkan potensi positif sesuai bakat dan minat masing-masing.Menjelang penutupan MPLS, seluruh peserta mengikuti kegiatan Jumat Bersih dengan membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari taman di depan kelas masing-masing hingga area taman di sekitar kantor dan ruang guru.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun budaya gotong royong di lingkungan sekolah.

Khoiri, mengatakan bahwa MPLS Ramah bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru, tetapi menjadi momentum awal untuk membentuk karakter dan budaya positif di sekolah.

“Melalui MPLS Ramah, kami ingin memastikan setiap murid baru merasa diterima, aman, dan nyaman berada di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kami ingin menanamkan karakter yang kuat sejak hari pertama, seperti disiplin, tanggung jawab, kepedulian, semangat belajar, serta etika dalam bermedia sosial. Pendidikan karakter harus dibangun melalui pengalaman nyata, sehingga seluruh rangkaian kegiatan MPLS kami rancang edukatif, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan khas seperti pemilihan Raja dan Ratu MPLS merupakan salah satu cara sekolah memberikan apresiasi kepada murid yang menunjukkan perilaku terbaik selama kegiatan berlangsung.

“Penghargaan ini bukan untuk memilih murid yang paling tampan atau cantik, tetapi mereka yang mampu menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, kreativitas, dan kepedulian terhadap teman. Kami berharap nilai-nilai positif yang ditanamkan selama MPLS akan menjadi budaya yang terus melekat sepanjang mereka menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Jogoroto,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar