Foto : Upacara Pembukaan MPLS oleh Kepala SMP Negeri 1 Kabuh, Suprihadiono, S. Pd.
JOMBANG, KabarJombang.com – SMP Negeri 1 Kabuh, Jombang, menegaskan komitmennya dalam menanamkan pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan anti perundungan melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Bertempat di Jl. Raya Jombang–Babat No. 146, kegiatan ini dirancang untuk membangun sekolah yang ramah anak, aman, dan mendukung potensi siswa secara holistik.
MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin (14/7/2025) hingga Jumat (18/7/2025), dan diikuti oleh 224 siswa baru. Mengusung tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah”, rangkaian kegiatan disusun secara edukatif dan menyenangkan.
Menurut Kepala SMP Negeri 1 Kabuh melalui Kaur Kesiswaan, Sutrim, S. Pd. menjelaskan jika kegiatan MPLS ini dilakukan guna membentuk karakter siswa didik baru.
“Kami ingin membentuk karakter siswa yang jujur, disiplin, peduli, dan tidak membeda-bedakan teman. Tidak boleh ada bullying di sekolah. Semua anak harus merasa aman dan nyaman,” ujar Sutrim, Rabu (16/7/2025).
Pembukaan Penuh Makna
MPLS dibuka secara resmi lewat upacara yang dipimpin Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, S.Pd., dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 hingga 9. Kegiatan MPLS dibuka dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis kepada dua perwakilan siswa baru, sebagai lambang dimulainya masa orientasi.
Setelah upacara, para siswa baru diperkenalkan dengan seluruh dewan guru. Masing-masing guru menyampaikan nama dan peran mereka secara langsung di hadapan siswa, guna membangun kedekatan sejak awal. Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, serta sesi “Aku dan Sekolahku” yang menanamkan nilai-nilai sekolah.
Pembiasaan Karakter Sejak Dini
Hari kedua dibuka dengan senam pagi bersama dan nyanyian semangat. Kegiatan berlanjut dengan pembiasaan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,diantaranya makan makanan bergizi dengan membawa bekal tiap hari, berolahraga, gemar membaca, bersosialisasi, melakukan ibadah sholat dhuhur berjamaah. Semua materi dikemas interaktif dan diselingi dengan permainan serta ice breaking oleh OSIS.
“Antusias mereka luar biasa. Saat games dan diskusi, siswa sangat aktif dan cepat membaur,” ungkap Andromeda, Koordinator OSIS.
Gali Potensi Lewat SWOT
Dijelaskan lebih lanjut oleh Kaur Kurikulum, Sofa Ismaidah, S. Pd. Memasuki hari ketiga, siswa diajak mengenali potensi diri melalui format SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Mereka diminta menuliskan kekuatan, kelemahan, harapan, dan kekhawatiran dalam transisi dari SD ke SMP. Hasilnya digunakan guru untuk memetakan minat dan kesiapan siswa dalam mengikuti berbagai ekstrakurikuler seperti Seni Tari, PMR, Paskibraka, Banjari, Pramuka, Jurnalistik, Seni karawitan, Voli, Seni Lukis, OSN IPA, IPS dan Matematika.
“Kami ingin siswa tidak bingung saat KBM dimulai. Dari data SWOT ini, siswa dapat diarahkan ke bidang yang sesuai,” jelas Sofa Ismaidah.
Hari tersebut juga diisi dengan kegiatan literasi, numerasi, serta asesmen awal. OSIS tetap mendampingi dengan suasana yang ceria, termasuk menyediakan sesi tanya jawab ringan dan hadiah kecil seperti candy gift.
Parade Ekskul Penutup
MPLS akan ditutup dengan Parade Ekstrakurikuler pada Jumat (18/7/2025). Berbagai kelompok menampilkan seni tari, PMR, Paskibraka, Banjari, Pramuka. Parade ini bertujuan memperkenalkan ragam kegiatan pengembangan diri yang tersedia, sekaligus memotivasi siswa untuk aktif di luar akademik.
“Kami ingin siswa merasa nyaman, betah, dan termotivasi mengembangkan bakatnya di sekolah,” kata Sofa.
Pendidikan Holistik dan Inklusif
Selama MPLS berlangsung, sekolah melakukan evaluasi harian untuk mendeteksi siswa yang memerlukan pendampingan khusus. Guru dan panitia segera memberi perhatian agar tidak ada siswa yang tertinggal.
“Ini bentuk nyata bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan merangkul semua latar belakang siswa,” tambah Sutrim.
MPLS tahun ini juga menonjolkan prinsip inklusivitas, dengan memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang asal sekolah, merasa diterima dan dihargai.
MPLS di SMPN 1 Kabuh 2025 membuktikan bahwa orientasi bukan hanya perkenalan, melainkan langkah awal membangun generasi unggul, berkarakter, dan inklusif. Dengan sinergi antara guru, OSIS, dan siswa lintas jenjang, sekolah menjadi ruang aman untuk tumbuh dan berkembang bagi setiap anak.
Leave a Comment