Foto: Bupati Jombang Warsubi, dan Asisten Logistik Panglima TNI, Mayjen TNI Chandra Wijaya ketika meninjau pembangunan infrastruktur di Desa Kromong. ( Istimewa/KabarJombang).
NGUSIKAN, KabarJombang.com – Suara desing motor trail memecahkan keheningan pagi Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jumat (1/8). Kabut masih bergelayut di antara sela-sela ladang. Sementara debu beterbangan dari jalan desa yang sedang diperbaiki, menjadi penanda semangat gotong royong yang tengah berlangsung.
Dalam suasana itu, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Chandra Wijaya, hadir sebagai Ketua Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Ia didampingi oleh Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, dan Bupati Jombang, Warsubi.
Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam upaya membangun daerah tertinggal. Mereka meninjau secara langsung progres pembangunan infrastruktur desa, termasuk proyek paving jalan sepanjang 1.178 meter, renovasi musala, serta pengeboran sumur air bersih.
“TMMD bukan sekadar program kerja, tetapi wujud nyata TNI hadir di tengah rakyat untuk membangun desa dengan hati dan tenaga,” jelas Mayjen Chandra.
Ia menegaskan program yang sedang dijalankan dan program yang sudah dijalankan, bukan sekedar membangun atau merenovasi. Melainkan program-program semacam itu menandakan bahwasanya kemajuan negara ditentukan dengan kesejahteraan masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya hasil fisik yang terlihat, tetapi kepercayaan masyarakat bahwa negara akan selalu hadir melalui aksi nyata,” tegas Mayjen Chandra.
Pembangunan jalan desa menjadi prioritas dalam TMMD tahun anggaran 2025. Meski menghadapi medan yang cukup berat, proses pengerjaan telah mencapai 80 persen. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian.
“Jalur ini merupakan urat nadi mobilitas warga. Kami targetkan selesai tepat waktu,” ungkap Letkol Kav Dicky.
Selain infrastruktur jalan, TMMD juga menyasar pembangunan Musala di Dusun Gondang. Tempat ibadah ini diharapkan menjadi pusat aktivitas spiritual sekaligus ruang sosial warga. Di lokasi lainnya, dua sumur bor telah mulai mengalirkan air bersih, dan tiga unit rumah tidak layak huni sedang dalam proses rehabilitasi.
Dusun Banyuasin, TMMD juga melaksanakan program penghijauan sepanjang hampir dua kilometer. Upaya ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan kehidupan desa.
“Program TMMD ini menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Di Pemkab, kami menyebutnya ‘mbangun deso noto kuto’—membangun dari pinggiran untuk memperkuat pusat,” pungkas Bupati Warsubi.
Anak-anak tampak bermain di sekitar sumur baru, sementara para ibu memetik sayuran di lahan hijau yang ditanami bersama. Di tengah geliat kehidupan itu, rombongan motor trail TNI melanjutkan perjalanan, meninggalkan jejak pembangunan di jalur yang sebelumnya sulit dilalui.
Leave a Comment