Pembukaan MPLS di SMPN 1 Jombang
KabarJombang.com, JOMBANG – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Negeri 1 Jombang resmi menyambut 352 siswa baru kelas VII. Ratusan pelajar tersebut terbagi ke dalam 11 rombongan belajar (rombel), mempertahankan kuota yang sama dengan tahun sebelumnya. Penerimaan siswa baru di “Sekolahnya Para Juara” ini berlangsung kompetitif melalui berbagai jalur. Pada jalur prestasi, nilai terendah yang lolos berada di angka 79, Adapun nilai tertinggi siswa baru yang diterima sukses menembus angka di atas 90.
Mengawali hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertajuk “MPLS Ramah”, pihak sekolah langsung tancap gas menggelar asesmen dan tes diagnostik. Tes ini difokuskan pada empat mata pelajaran utama, yakni Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, yang kemudian langsung disambung dengan program matrikulasi kilat sebagai langkah adaptasi cepat.
“Kami memprioritaskan matrikulasi pada mapel TKA (Tes Kemampuan Akademik), khususnya Matematika dan Bahasa Indonesia,”Ujar Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo, S.Pd, M.Pd, saat menjelaskan rangkaian kegiatan pada hari pertama tersebut.
Lebih lanjut, Memasuki hari kedua, fokus orientasi bergeser pada pembentukan karakter serta materi *Digital Safety* (keselamatan digital). SMPN 1 Jombang menaruh perhatian besar terhadap dampak negatif gawai di kalangan remaja dengan mengimplementasikan aturan disiplin membawa telepon seluler (HP) yang sangat ketat di lingkungan sekolah.
“Murid hanya diperbolehkan membawa HP apabila ada instruksi langsung dari guru untuk menunjang kegiatan belajar atau ujian. Begitu tiba di sekolah, HP tersebut wajib dikumpulkan di dalam kotak penyimpanan khusus di masing-masing kelas. Ponsel tersebut baru dibagikan saat jam pelajaran yang bersangkutan, wajib disimpan kembali setelah selesai, dan baru boleh diambil saat jam pulang sekolah,”Jelasnya.
Pihak sekolah juga tidak segan menerapkan sanksi tegas berupa penyitaan bagi siswa yang nekat melanggar aturan ini. Selanjutnya pada pertengahan pekan, materi bimbingan konseling (BK) dihadirkan dengan fokus pada kampanye anti-perundungan (anti-bullying) dan toleransi guna mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. “Sekolah juga bersinergi dengan Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Jombang, untuk membekali para siswa mengenai bahaya narkoba serta pencegahan kenakalan remaja,”Tandasnya.
Guna mencairkan suasana, para siswa baru ditantang dalam aksi kreatif mencari tanda tangan dan nama minimal 10 guru secara langsung agar mereka dapat saling mengenal dengan lebih akrab dan hangat.
Sebagai pemungkas, rangkaian MPLS ditutup pada Jumat pagi dengan senam bersama dan orientasi lingkungan luar sekolah, seperti pengenalan fasilitas umum, kantor Dinas Pendidikan Jombang, hingga rumah ibadah terdekat. Meski masa orientasi resmi berakhir pada Jumat pagi, keseruan berlanjut pada sore harinya di mana para siswa baru langsung mengikuti Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa). “Agenda berkemah ini sekaligus menjadi ajang promosi dan unjuk gigi dari 22 cabang ekstrakurikuler SMPN 1 Jombang, mulai dari Paskibra, bela diri seperti Karate, Silat, dan Kempo, Pramuka, hingga seni tari tradisional yang siap menyambut generasi juara yang siap berprestasi di masa depan,”Pungkasnya.
Leave a Comment