JOMBANG, KabarJombang.com – Dukungan terhadap kader Jawa Timur untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengerucut kepada Muhammad Rafli Rifki Reza. Forum Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) II Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur secara resmi menyepakati pengusungan Rafli sebagai calon Ketua Umum PP IPNU pada Kongres IPNU ke-21.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam forum Rapimwil II PW IPNU Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Bangkalan, Sabtu (7/11/2026). Rafli yang saat ini menjabat sebagai Ketua PW IPNU Jawa Timur diproyeksikan membawa aspirasi kader Jawa Timur dalam kontestasi kepemimpinan nasional IPNU.
Kongres IPNU ke-21 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 26-30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Jombang, M. Husein Al Kahfi, membenarkan hasil kesepakatan dalam forum tersebut. Menurutnya, keputusan mengusung Rafli bukan sekadar persoalan dukungan politik organisasi, melainkan bentuk kepercayaan terhadap kader yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta rekam jejak panjang dalam perjalanan organisasi.
“Hasil forum Rapimwil II tadi malam telah menyepakati untuk mengusung Muhammad Rafli Rifki Reza sebagai calon Ketua Umum PP IPNU. Kami melihat beliau memiliki kapasitas dan pengalaman organisasi yang cukup lengkap. Keputusan ini tentu lahir dari pertimbangan yang matang, terutama melihat dedikasi, perjuangan, serta kontribusi yang selama ini telah diberikan untuk IPNU,” ujar Husein pada Minggu (8/11/2026).
Ia menegaskan, dukungan tersebut didasarkan pada rekam jejak dan proses panjang Rafli dalam berorganisasi. Menurutnya, pengalaman memimpin dari tingkat paling bawah hingga wilayah menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan kader sekaligus membaca tantangan organisasi ke depan.
Husein menyebut, perjalanan organisasi Rafli terbilang lengkap. Ia mengawali pengabdiannya sebagai Ketua Pimpinan Ranting (PR) IPNU Desa Cukir, kemudian dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Diwek, berlanjut sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Jombang, hingga saat ini mengemban amanah sebagai Ketua PW IPNU Jawa Timur.
“Rekam jejak seperti ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa kami memberikan kepercayaan kepada Rafli. Beliau memahami bagaimana dinamika organisasi di tingkat ranting, anak cabang, cabang, hingga wilayah. Artinya, pengalaman yang dimiliki bukan hanya sebatas memimpin di tingkat struktural tertentu, tetapi juga tumbuh melalui proses kaderisasi dan pengabdian yang berjenjang,” jelasnya.
Menurut Husein, pengalaman tersebut menjadi nilai penting bagi seorang calon pemimpin organisasi di tingkat nasional. Sebab, Ketua Umum PP IPNU ke depan tidak hanya dituntut mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga harus memahami persoalan kader di berbagai tingkatan, memperkuat sistem kaderisasi, serta memastikan organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia berharap, apabila nantinya mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PP IPNU, Rafli mampu membawa semangat baru bagi organisasi, memperkuat konsolidasi antarkader dan antardaerah, serta memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan potensi pelajar Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.
“IPNU ke depan membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara gagasan, tetapi juga memahami realitas organisasi sampai ke akar rumput. Kami berharap pengalaman panjang Rafli bisa menjadi bekal untuk memperkuat kaderisasi, membangun soliditas organisasi, dan menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan pelajar NU,” tambahnya.
Lebih lanjut, Husein menilai, pengusungan Rafli juga menjadi momentum bagi kader-kader Jawa Timur untuk menunjukkan kontribusi dan gagasan dalam menentukan arah masa depan IPNU di tingkat nasional.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dukungan tersebut harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk membesarkan organisasi, bukan semata-mata mengejar posisi atau jabatan.
“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana kontestasi Kongres ke-21 ini menjadi ruang adu gagasan, adu kapasitas, dan adu komitmen untuk kemajuan IPNU. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus mampu menjaga marwah organisasi, memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memastikan IPNU tetap hadir sebagai wadah pengembangan pelajar NU,” pungkasnya.




