JOMBANG, KabarJombang.com – Kondisi seorang warga binaan berinisial HS di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang, Jawa Timur, menjadi perhatian. HS diduga menderita tuberkulosis (TBC) paru-paru. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, kondisinya disebut belum pulih meski telah menjalani perawatan di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kondisi HS masih memprihatinkan. Bahkan, ia dikabarkan mengalami kesulitan berjalan dan tubuhnya terlihat kurus. Namun, di tengah kondisi tersebut, HS disebut telah kembali ke dalam lapas meski masih membutuhkan perawatan medis.
Kondisi kesehatan HS setelah menjalani perawatan di rumah sakit kini menyisakan tanda tanya, bagaimana tindak lanjut penanganan medis yang diberikan setelah ia kembali menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Jombang, Rino Soleh Sumitro, membantah anggapan bahwa pihak lapas secara sepihak menarik HS dari rumah sakit sebelum kondisinya pulih.
Saat dikonfirmasi pada Senin (26/10/2026), Rino menjelaskan bahwa kepulangan HS bukan atas keputusan sepihak pihak lapas, melainkan berdasarkan keputusan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) di Ruang Gatotkaca RSUD Jombang.
“Terkait kepulangan pasien dari rumah sakit, bukan pihak lapas yang menarik, melainkan memang keputusan pemulangan dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP) Ruang Gatotkaca RSUD Jombang,” jelasnya.
Rino juga menyampaikan bahwa Lapas Jombang telah menyediakan kamar isolasi khusus bagi warga binaan yang menderita TBC. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi risiko penularan penyakit kepada warga binaan lainnya.
“Untuk penyakit TBC, Lapas Jombang sudah ada ruangan kamar isolasi khusus penyakit TBC untuk menghindari penyebaran ke warga binaan yang lain,” imbuhnya.
Meski demikian, ketika ditanya apakah HS benar-benar terdiagnosis TBC paru-paru, Rino belum memberikan kepastian. Ia menyatakan akan terlebih dahulu melakukan pengecekan kepada tim medis lapas.
“Nanti coba saya akan cek ke tim medis lapas terkait hal tersebut, nanti saya kabari kembali,” jawabnya.
RSUD Jombang Sebut Informasi Pasien Bersifat Rahasia
Sementara itu, KabarJombang.com berupaya meminta penjelasan kepada Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, terkait kondisi HS dan proses pemulangannya dari rumah sakit.
Namun, Pudji menyatakan tidak dapat memberikan informasi mengenai kondisi pasien karena menyangkut kerahasiaan medis.
“Tidak bisa memberikan informasi tersebut. Kalau yang seperti ini menjadi kerahasiaan medis,” jawabnya singkat.
Saat ditanya lebih lanjut apakah benar keputusan pemulangan HS merupakan rekomendasi dokter atau pihak rumah sakit, Pudji belum memberikan jawaban hingga berita ini ditulis. (Slamet Wiyoto)









