Polemik Bumdes Pagerwojo Jombang, Direktur Bungkam Tapi Klaim Aman Lewat Admin

Direktur dan Bendahara Bumdes Pagerwojo, Bani Ahmad (pakai rompi) dan Husnul Muhib (kanan bertopi). (Istimewa)
  • Whatsapp

PERAK, KabarJombang.com – Polemik Bumdes Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, belum berakhir. Dugaan penyalahgunaan dana penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa (DD) terus dipertanyakan warga setempat.

Sejumlah warga dan seorang anggota BPD Pagerwojo, yang berhasil ditemui FaktualNews.co, menduga anggaran Bumdes tahun 2025 tersebut disalah gunakan Direktur dan Bendahara Bumdes serta oknum anggota BPD Pagerwojo.

Baca Juga

Meski begitu, Bendahara Bumdes Pagerwojo, Husnul Muhib menyangkal keras dugaan tersebut.

“Tidak benar sama sekali dugaan itu, “tandasnya.

Sementara Direktur Bumdes Pagerwojo, Bani Ahmad beberapa kali dikonfirmasi, sejak tiga hari lalu selalu bungkam tidak memberi komentar. Namun, Sabtu (17/10/2026) pagi, Bani Ahmad mengirim pesan melalui orang yang mengaku admin Yotiv menggunakan nomor WhatsApp Bani Ahmad. Pesan tersebur berisi klarifikasi bahwa pengelolaan anggaran Bumdes sejauh ini masih berjalan aman.

“Sudah di monev sama DPMD Jombang
Dan kemarin barusan di audit monev sama kecamatan secara resmi bersama pengurus dan kepala desa juga di balai desa
Alhamdulillah semuanya aman dan makin didukung oleh pihak kecamatan serta kabupaten utk kemajuan BUMDes pagerwojo,” tulis Bani Ahmad.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, meributkan dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tahun 2025 senilai Rp216 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) lantaran diduga tidak jelas keberadaannya. Kecurigaan warga semakin kuat menyusul kosongnya aktivitas di Kantor Bumdes yang berada di area Masjid Baiturrahman sejak sebulan terakhir, serta ketidakjelasan program usaha jual beli beras dan bisnis online yang sebelumnya direncanakan.

“Menurut sepengetahuan saya kok gak ada usaha jual beli beras, yang saya dengar itu memang Bani punya usaha berbasis online, “kata tokoh berinisial SH.

Sejumlah pihak mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan penyelidikan terkait dugaan raibnya anggaran desa tersebut.

Salah seorang aktivis Pagerwojo, Agus Kusuma Nirwana bersuara lantang terkait Bumdes Pagerwojo. Menurutnya, Bani Ahmad orang muda berbakat yang hanya dipakai namanya saja.

“Kalo Bani itu orang muda berbakat yg hanya dipakai namanya saja. Pemanfaatan nama. Gwe mbobol dana dd,”tulis Agus yang dikirim melalui pesa Whatsapp kepada FaktualNews.co.

Sementara itu, Kaur Perencanan Desa Pagerwojo, Arif Bagus Setyawan, menanggapi klaim Bani Ahmad soal anggaran Bumdes tidak bermasalah, bahkan telah dimonev pihak DPMD Jombang dan Kecamatan Perak.

“Ya sah sah saja orang bercerita apapun, tapi kenyataannya saya kurang tahu,” kata Arif.

Ketika diminta komentar terkait dugaan penyalah gunaan Dana Desa penyertaan modal Bumdes Pagerwojo yang diduga melibatkan Direktur dan Bendahara Bumdes serta seorang oknum BPD Pagerwojo, Arif menolak berkomentar.

“Mohon maaf saya tidak menanggapi karena Pak Husnul Muhib (bendahara) keberatan ketika saya berkomentar terkait Bumdes,”pungkasnya.

Berita Terkait