JOMBANG, KabarJombang.com – RSUD Jombang memanfaatkan momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia untuk memperkuat perhatian terhadap kondisi psikologis tenaga kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meluncurkan buku Surviving the Years of Health Service yang berisi pengalaman, ungkapan, hingga refleksi karyawan selama bekerja di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan yang berlangsung pada 13 Oktober di Ruang Wahab Hasbullah tersebut juga dirangkai dengan seminar dan pameran karya seni. Acara ini diikuti karyawan serta tenaga kesehatan RSUD Jombang.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menjelaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendukung pelaksanaan tugas tenaga kesehatan. Menurutnya, kondisi mental yang terjaga dapat membantu petugas memberikan pelayanan secara optimal kepada pasien.
Sebelum kegiatan berlangsung, pihak manajemen memberikan ruang kepada karyawan untuk menuangkan pengalaman dan perasaan mereka melalui tulisan. Berbagai cerita yang terkumpul kemudian dihimpun menjadi sebuah buku sebagai sarana untuk memahami dinamika kehidupan kerja di rumah sakit.
“Berbagai macam ekspresi terungkap, ada yang mengeluh, dan ada pula yang betul-betul ingin mengapresiasikan diri dalam pelayanan kesehatan yang baik,” ujar Pudji Umbaran.
Ia menerangkan, isi buku tersebut tidak sekadar menjadi dokumentasi pengalaman karyawan. Beragam pendapat dan keluhan yang disampaikan juga dapat menjadi masukan bagi manajemen dalam mengevaluasi lingkungan kerja serta mengidentifikasi kebutuhan tenaga kesehatan.
Dari masukan tersebut, rumah sakit dapat mempertimbangkan langkah tindak lanjut yang sesuai, baik melalui kebijakan manajerial maupun pendekatan kesehatan. Dengan demikian, persoalan yang dialami karyawan diharapkan dapat dikenali dan ditangani secara lebih tepat.
Pudji menambahkan, kondisi emosional tenaga kesehatan perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan konsentrasi dan kualitas pelayanan. Beban pikiran maupun persoalan pribadi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi memengaruhi kesiapan petugas ketika menjalankan tanggung jawabnya.
“Kesimpulannya, kesehatan jiwa tetap harus kita pertahankan, dan pelayanan kesehatan harus disesuaikan dengan kondisi jiwa yang stabil agar emosi yang ada di rumah tidak terbawa ke dalam pelayanan,” jelasnya.
Menurut Pudji, kemampuan mengelola emosi menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme tenaga kesehatan. Hal tersebut juga berhubungan dengan keselamatan pasien sehingga lingkungan kerja perlu mendukung petugas untuk tetap fokus dan mampu menjalankan tugas dengan baik.
Karena itu, manajemen RSUD Jombang berupaya membuka ruang komunikasi agar karyawan dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi. Aspirasi yang dihimpun melalui buku tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar untuk menyusun langkah perbaikan di lingkungan rumah sakit.
Ke depan, manajemen akan merancang program kerja dengan mempertimbangkan keluhan serta kebutuhan karyawan. Pudji berharap, upaya tersebut dapat membantu menjaga kesehatan jiwa tenaga kesehatan sekaligus mendorong peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Peluncuran buku Surviving the Years of Health Service dan pameran seni dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini menjadi salah satu bentuk perhatian RSUD Jombang terhadap pengalaman dan kesejahteraan psikologis para petugas yang berada di balik pelayanan kesehatan.










