Novel dan Buku Sejarah Paling Dicari di Bazar Buku Murah Jombang

Pengunjung saat memilih buku di bazar buku depan mastrip Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Ribuan buku dengan beragam genre berjajar di halaman Perpustakaan Mastrip Jombang. Di antara tumpukan bacaan tersebut, novel dan buku sejarah menjadi dua kategori yang paling banyak diburu pengunjung Bazar Buku Murah yang digelar hingga Minggu (11/10/2026).

Bazar ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan buku dengan harga terjangkau, sekaligus menunjukkan bahwa buku cetak masih memiliki tempat di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin lekat dengan teknologi digital.

Baca Juga

Koordinator pameran, Ego Wiyono, menjelaskan bahwa buku yang dipajang tidak terbatas pada satu jenis bacaan. Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan, mulai dari novel, buku sejarah, politik, komik, buku pelajaran, hingga bacaan bertema bisnis.

“Jumlahnya ribuan lebih. Harganya dari Rp3.000 sampai Rp1 juta. Kalau yang Rp1 juta itu biasanya satu paket isi sembilan buku,” kata Ego saat ditemui di lokasi bazar, Minggu (11/10/2026).

Menurut Ego, banyaknya pilihan bacaan tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencari buku sesuai minat dan kebutuhan masing-masing. Dari berbagai kategori yang tersedia, novel dan buku sejarah menjadi bacaan yang cukup menonjol dalam menarik perhatian pembeli.

Ia menyebut, pengunjung telah berdatangan sejak bazar dibuka pada pagi hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap buku fisik masih bertahan, meskipun masyarakat kini semakin mudah memperoleh informasi melalui telepon genggam.

“Di Jombang, alhamdulillah untuk membaca buku banyak dan sejak tadi pagi banyak yang datang. Meski di era teknologi yang maju ini orang lebih banyak pegang handphone, minat baca buku tetap ada,” ujarnya.

Bazar Buku Murah tersebut mulai berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) dan dijadwalkan berakhir di halaman Perpustakaan Mastrip pada Minggu (11/10/2026). Setelah itu, pameran direncanakan berpindah ke kawasan Alun-alun Jombang hingga Kamis (15/10/2026).

Pemindahan lokasi itu bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Jombang. Dengan lokasi baru tersebut, pameran diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin mencari buku maupun sekadar melihat koleksi bacaan yang tersedia.

Ego juga menceritakan bahwa kegiatan pameran buku sempat mengalami kevakuman saat pandemi Covid-19. Namun, setelah masa pandemi berlalu, kegiatan serupa kembali digelar dan mulai mendapat sambutan dari masyarakat.

Baginya, keberadaan bazar buku bukan hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan buku kepada masyarakat melalui pilihan bacaan yang beragam dan rentang harga yang bervariasi.

Selain menawarkan buku untuk dibeli, penyelenggara turut menjalankan program donasi bacaan bagi anak-anak. Program ini menyasar anak-anak yang membutuhkan tambahan bahan bacaan, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Buku yang disalurkan melalui program tersebut meliputi cerita rakyat, novel, hingga buku pelajaran. Sekolah-sekolah juga menjadi sasaran penyaluran agar koleksi bacaan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar.

“Donasi ini memang untuk anak-anak supaya gemar membaca buku. Buku yang didonasikan berbagai macam, mulai dari cerita rakyat, novel, hingga buku pelajaran,” jelas Ego.

Manfaat bazar juga dirasakan oleh pengunjung. Faruq (27), warga Kecamatan Peterongan, mengaku bisa mendapatkan beberapa jenis buku sekaligus untuk memenuhi kebutuhan bacaan sehari-harinya, termasuk untuk menambah wawasan.

Saat mengunjungi bazar, Faruq memilih novel, buku dongeng, serta buku untuk pengembangan diri. Menurutnya, beragamnya pilihan dalam satu lokasi membuat pengunjung lebih mudah menemukan bacaan yang sesuai, tanpa harus mendatangi sejumlah toko berbeda.

“Senang sekali ada bazar buku ini, karena selain murah dan lengkap. Tadi saya beli buku novel, dongeng, dan buku untuk pengembangan diri,” ungkap Faruq.

Berita Terkait