Hilang Sepekan, Nenek 96 Tahun di Kudu Jombang Ditemukan Meninggal di Area Persawahan

Petugas saat mengevakuasi, jenazah Supini (96), yang ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Kudubanjar, Kudu, Jombang. (Istimewa) 
  • Whatsapp

KUDU, KabarJombang.com – Seorang perempuan lanjut usia (lansia), Supini (96), warga Dusun Maron Lor, Desa Sumberteguh, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Kamis (24/9/2026) pagi.

Supini ditemukan sekitar pukul 06.45 WIB di area persawahan milik warga bernama Supoyo. Sebelumnya, korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca Juga

Kapolsek Kudu AKP Imam Subekti mengatakan, penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ahmad Sanusi, Kepala Dusun Maron Lor, sekitar pukul 07.00 WIB.

“Setelah mendapat laporan, petugas bersama Tim Pamapta dan Inafis Polres Jombang, petugas kesehatan dari Puskesmas Tapen, serta anggota Polsek Kudu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” kata AKP Imam Subekti, Kamis (24/9/2026) siang.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Identitas korban juga dipastikan setelah petugas mencocokkan ciri-ciri fisik, pakaian serta barang yang dikenakan korban dengan keterangan dari pihak keluarga.

“Dari hasil pemeriksaan Inafis dan keterangan keluarga, termasuk ciri-ciri serta barang yang dikenakan, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Supini yang sebelumnya meninggalkan rumah sejak 18 September,” jelasnya.

Diketahui, Supini telah mengalami gangguan kejiwaan selama sekitar 10 tahun. Setelah meninggalkan rumah, pihak keluarga kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan.

Pihak keluarga selanjutnya membawa jenazah korban untuk dimakamkan. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan tidak akan menuntut pihak mana pun.

“Pihak keluarga sudah membuat pernyataan tidak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini dengan lapang dada sebagai takdir,” pungkas AKP Imam.

Berita Terkait