Tiket Kepulangan Tak Kunjung Terbit, Jemaah Umrah Mojowarno Jombang Pilih Pesan Sendiri

screenshot video memperlihatkan para jamaah umroh yang menggunakan jasa travel PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup sedang berada di Hotel Jeddah
screenshot video memperlihatkan para jamaah umroh yang menggunakan jasa travel PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup sedang berada di Hotel Jeddah
  • Whatsapp

JOMBANG,KabarJombng.com– Tiket kepulangan tak kunjung diterbitkan membuat sekitar 30 jemaah umrah asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, terpaksa membeli tiket kepulangan secara mandiri. Rombongan yang tengah menggunakan jasa PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup itu dijadwalkan terbang menuju Jakarta pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Salah satu anggota keluarga jemaah, GA, warga Mojowarno, Jombang, mengungkapkan keputusan membeli tiket sendiri diambil setelah tiket kepulangan yang seharusnya disediakan pihak travel belum berstatus issued.

Baca Juga

“Grup rombongan orang tua saya sudah pesan tiket secara mandiri. Kepulangan menuju Jakarta nanti malam waktu setempat,” ujar GA, saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).

Menurut GA, tiket pulang-pergi (PP) sebelumnya disebut telah termasuk dalam paket umrah yang ditawarkan travel. Namun, hingga jemaah bersiap kembali ke Indonesia, pihak keluarga belum memperoleh kepastian mengenai tiket kepulangan tersebut.

“Pada saat pendaftaran itu iya pihak travel mengungkapkan tiket semua sudah include PP,” katanya.

GA menyebut, pihak PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup juga belum memberikan informasi lanjutan terkait kepulangan rombongan jemaah asal Mojowarno. Ia bahkan mengaku pihak travel sulit dihubungi.

“Ndak ada sama sekali. Infonya pihak travel tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keluarga telah membayar biaya umrah sekitar Rp26 juta. Sementara itu, paket promo yang diikuti orang tuanya disebut senilai Rp24 juta dan telah mencakup tiket perjalanan pulang-pergi.

“Kalau tidak salah ingat, orang tua saya daftar paket promo Rp24 juta. Seharusnya berangkat awal Agustus, tapi diundur dan minta tambahan Rp8 juta. Tapi ditolak rombongan dan hanya menyanggupi Rp2 juta per orang. Itu pun diundur pagi akhir Agustus. Pada saat penjelasan paket Rp24 juta, semua itu sudah include,” jelas GA.

Selain persoalan tiket, GA mengungkapkan saat ini jemaah diminta mengosongkan hotel di Jeddah sekitar pukul 12.00 WAS. Ia menyampaikan bahwa saat dirinya menghubungi orang tua pada pukul 13.14 WIB, jemaah telah diminta meninggalkan hotel sejak pukul 12.00 WAS.

“Saat saya telepon pukul 13.14 WIB, orang tua saya sudah disuruh mulai mengosongkan hotel jam 12.00 waktu setempat. Saat itu di sana sekitar pukul 09.00 pagi. Para rombongan kemudian mencari pendamping dari pihak travel, tapi tidak ada,” ucapnya.

GA menambahkan, persoalan perjalanan rombongan tersebut juga diwarnai perubahan jadwal keberangkatan beberapa kali. Semula jemaah dijadwalkan berangkat pada 5 Agustus, kemudian diundur hingga akhirnya berangkat pada 5 September 2026.

“Awalnya keberangkatan dijadwalkan 5 Agustus, kemudian diundur 30 Agustus. Kemudian diundur lagi tanggal 1 September, dan pada akhirnya baru berangkat tanggal 5 September,” ujarnya.

Saat ini, rombongan orang tua GA tengah mempersiapkan barang bawaan dan berencana menunggu di bandara hingga penerbangan menuju Jakarta. Jumlah jemaah dalam rombongan asal Mojowarno tersebut diperkirakan sekitar 30 orang.

“Saat ini proses packing barang bawaan. Kemudian, rombongan orang tua saya sepakat menunggu di bandara sampai kepulangan nanti malam. Untuk rombongan orang tua saya saja (dari Mojowarno) kurang lebih 30 orang. Kurang tahu rombongan lain,” kata GA.

GA menyatakan, pihak keluarga berencana menagih penggantian biaya tiket kepulangan yang dibeli secara mandiri, termasuk transportasi menuju bandara.

“Rencananya menagih ganti rugi tiket pulang senilai Rp9 juta include transportasi menuju bandara, namun sekarang fokus untuk penerbangan ke Jakarta dulu,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, Direktur/CEO PT Annisa Ahmada Travelindo ITS Grup, Erni Khairunnisa atau Ning Nisa, belum memberikan konfirmasi terkait status tiket kepulangan rombongan jemaah umrah asal Kecamatan Mojowarno yang berjumlah sekitar 30 orang.

Berita Terkait