Diduga Nekat Akhiri Hidup, Pria Paruh Baya di Jombang Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

Petugas saat mengevakuasi jenazah yang diduga lakukan bunuh diri di kos Sengon, Jombang. (Istimewa) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabaJombang.com — Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah rumah kos yang terletak di Jalan Kapten Tendean Nomor 08, Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi leher terlilit tali tampar dan tergantung pada ventilasi kamar kos, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

​Kapolsek Jombang AKP Edy Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut. Berdasarkan identifikasi petugas, korban diketahui berinisial GSB (59) warga Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Baca Juga

​”Benar, kami menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan jenazah laki-laki di dalam kamar kos di wilayah Desa Sengon. Petugas gabungan dari Polsek Jombang, Inafis Polres Jombang, serta BPBD Jombang langsung bergerak cepat  mendatangi dan mengamankan TKP,” ujar AKP Edy Purnomo saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/7/2026).

​Peristiwa bermula ketika pemilik kos, Khoirul, mendatangi kamar kos yang dihuni korban dengan maksud menagih uang sewa. Namun, saat mengetuk pintu kamar, pemilik kos tidak mendapati adanya respons dari dalam.

​Kecurigaan pemilik kos semakin kuat setelah melihat seutas tali tampar kecil berwarna kuning terikat pada bagian ventilasi udara kamar. Karena khawatir terjadi sesuatu, pemilik kos kemudian berinisiatif memanggil perangkat desa setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan tersebut ke pihak kepolisian.

​Petugas kepolisian bersama unsur terkait yang tiba di lokasi segera melakukan tindakan pembukaan pintu/jendela secara paksa. Setelah berhasil masuk, korban ditemukan sudah tak bernyawa dalam kondisi tergantung.

​Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan dari para saksi di lapangan, pihak kepolisian menduga kuat korban nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi akibat permasalahan keluarga.

​”Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, korban diduga mengalami depresi terkait masalah keluarga. Barang bukti yang berhasil diamankan di lokasi di antaranya seutas tali tampar kecil warna kuning serta hasil permintaan Visum et Repertum luar dari pihak medis,” jelas Kapolsek.

​Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

DISCLAIMER:

Berita ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, tekanan emosional, atau depresi, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional, psikolog, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Berita Terkait