Cegah DBD Saat Musim Hujan, Puskesmas Gambiran Mojoagung Dampingi PSN di Desa

Foto: Terlihat Mahasiswi KKM Undar melakukan pengecekan pada bak mandi warga (Ramadhanny Ilmianto).
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang melalui Puskesmas Gambiran melakukan pendampingan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Jumat (30/1/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah meningkatnya curah hujan yang berpotensi mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Gambiran yang berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).

Baca Juga

Tim gabungan menyasar langsung rumah-rumah warga untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan.

Kepala Desa Janti, Siti Mahmuda, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan pada musim hujan cenderung lembap dan rawan muncul genangan air, sehingga meningkatkan risiko berkembangnya jentik nyamuk.

“Kalau tidak rutin membersihkan bak mandi, selokan, atau wadah air lainnya, sangat mudah menjadi tempat berkembangnya nyamuk,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membersihkan lingkungan dan menguras tempat penampungan air secara rutin dapat mencegah penyebaran penyakit.

Dari hasil pemantauan di lapangan, petugas masih menemukan sejumlah bak mandi dan wadah air milik warga yang mengandung jentik nyamuk.

Menyikapi temuan tersebut, petugas langsung memberikan penjelasan mengenai penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk.

Kegiatan pendampingan ini mendapat respons positif dari sebagian warga. Fina, salah satu warga Desa Janti, mengaku kegiatan tersebut membuat masyarakat lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Kadang kita merasa sudah bersih, tapi setelah dicek ternyata masih ada jentiknya. Kegiatan ini sangat membantu,” katanya.

Pendapat serupa disampaikan Sopiyah, warga lainnya, yang menilai edukasi secara langsung lebih efektif dibandingkan imbauan tertulis. Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang dinilai membuat penyampaian informasi lebih komunikatif.

Meski demikian, ada pula warga yang berharap kegiatan PSN dilakukan secara berkelanjutan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai, pengawasan lingkungan seharusnya tidak hanya dilakukan saat musim hujan.

“Jentik nyamuk bisa muncul kapan saja. Harapannya pengecekan bisa rutin, bukan hanya musiman,” ujarnya.

Melalui pendampingan PSN ini, Puskesmas Gambiran bersama Pemerintah Desa Janti berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri, sehingga risiko penyebaran DBD dapat ditekan meskipun musim hujan masih berlangsung.(Ramadhanny)

Berita Terkait