Jelang Idul Adha di Masa Pandemi, Penjualan Kambing Kurban Turun

Abah Said saat memberi makan kambing dagangannya.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Jelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah di masa pandemi Covid-19, penjualan hewan kurban menurun hingga 25 persen dibanding tahun lalu. Ini seperti diakui Abah Said (64), penjual hewan kambing kurban di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Senin (27/7/2020).

Dia mengaku tidak tahu penyebab turunnya penjualan kambing dagangannya, menjelang Idul Adha tahun ini. Apakah karena kondisi lesunya ekonomi atau kebanyakan orang pindah berkurban hewan sapi. “Wallahua’lam, saya kurang tahu penyebabnya,” ujarnya.

Baca Juga

Abah Said mengatakan, kambing jualannya sudah laku 85 ekor, termasuk yang sudah dipesan pembeli dan akan dikirim saat Idul Adha akan tiba. “Rata-rata laku sepuluh ekor per hari. Saat ini masih banyak stok kambing, baik jenis domba, PE (Peranakan Etawa) dan etawa,” katanya.

Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, Abah Said mengatakan pernah kehabisan stok hewan kambing. Padahal saat itu, ia menyediakan 170 ekor kambing dan ludes saat Idul Adha.

“Tapi penurunan penjualan tahun ini belum pasti, karena kita patokannya H minus 2 atau H minus 1,” imbuhnya.

Masa pandemi Covid-19 ini, Abah Said mengaku berjualan mulai pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Berdagang kambing ini, ia lakoni sejak tahun 1994. Hanya saja, saat jelang Idul Adha, ia membuka lapak di depan rumahnya.

Untuk memudahkan pembeli memilih kambing sesuai anggarannya, Abah Said sengaja menata lapaknya sedemikian rupa. Dengan menaruh kambing bersaf-saf mulai berukuran gemuk dan besar, dengan harga bervariasi.

Harga kambing yang ada di saf depan sekitar berkisar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Kemudian Rp 4 juta sampai dengan harga termurah sekitar Rp 2,7 juta.

Tak hanya itu, Abah Said juga menjamin soal pengiriman dan penitipan sementara kambing yang sudah dibeli. Ia juga menjamin soal kesehatan kambing kurban yang dijualnya karena menurutnya, kambingnya sudah diverifikasi Dinas Peternakan.

“Kami antar sampai rumah. Juga bisa dititipkan dulu di sini sampai hari H. Ya kan nggak semua pembeli punya waktu untuk mencari makanan kambing. Untuk fasilitas ini, tanpa biaya atau gratis,” papar Abah Said.

Turunnya penjualan hewan kurban, juga dialami Yudhit yang membuka lapak kambing di Jalan Laksda Adi Sutjipto, depan Perumahan Denanyar Indah, Kecamatan Jombang. Bahkan menurutnya, penurunan penjualan hingga 60 persen ke atas dibanding tahun sebelumnya.

Penyebabnya, sama yang diungkap Abah Said, Yudhit juga mengaku tidak tahu. Apakah kondisi ekonomi yang melemah gara-gara pandemi Corona, atau orang ingin berkurban hewan sapi.

“Kalau tahun kemarin, saya untung lumayan besar. Di H minus 4 Idul Adha tahun lalu, kambing saya laku antara 5 sampai 6 ekor. Hari ini, saat pandemi Covid-19 belum ada yang laku,” kata Yudhit.

Agar laku, Yudhit mengaku telah mencoba promosi ke sejumlah rekan-rekannya. Bahkan, ia rela mengambil untung sedikit dengan menurunkan harga kambing dagangannya. “Kayak ini biasanya 3,3 juta, sekarang 2,8 juta” rincinya sambil memegang salah satu kambingnya.

Meski harga diturunkan, Yudhit tak ingin mengurangi fasilitas penjualan kambingnya. Mulai menjaga makanannya, mengantar kambing sampai ke rumah, hingga uji kelaikan dari Dinas Peternakan.

“Meski harga saya turunkan, soal kualitas dan service-nya tetap optimal. Karena kami menjaga kepercayaan pembeli. Kambing ini sudah diverifikasi pihak terkait dan layak jadi hewan kurban,” pungkasnya.

Penulis: Daniel Eko dan Rahmanda Sunaryanto

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait