Yayasan Griya Cinta Kasih Jogoroto, Rawat Ratusan ODGJ 

Jami'in (kanan) saat berada di dalam Yayasan GCK yang dikelolanya. (Ft: Anggit).
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Dengan dibantu sekitar 20 orang relawan. Jami’in (59) dengan ikhlas merawat ratusan ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) di Yayasan Griya Cinta Kasih (GCK) Desa Sumbermlyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Jami’in adalah Ketua Yayasan (GCK) yang kini merawat sebanyak 180 ODGJ dari berbagai daerah. Diantaranya sebanyak 30 orang perempuan dan sebanyak 150 pria.

Baca Juga

Mereka diperoleh dari Dinsos ( Dinas Sosial), yang setiap harinya masuk ke  GCK sekitar lima orang.

Untuk biaya perwatan ODGJ tersebut, selain ada bantuan dari pemerintah dan donator. Jami’in terkadang menggunakan uang pribadinya, digunakan untuk membeli bahan makanan dan alat kebersihan.

“ODGJ ini berasal berbagai daerah dan ditampung di tempat ini. Ada sebanyak 12 ruangan yang digunakan untuk menampung, serta ada kamar mandi untuk pria dan wanita serta dapur umum,” ucapnya pada KabarJombang.com, Sabtu (31/10/2020) siang.

Selama merawat para ODGJ, Jami’in mengaku banyak suka duka yang dilaluinya. Seperti sulitnya mengontrol para ODGJ.

“Kami merawat ODGJ ini ikhlas lahir batin, para relawan pun, mereka membantu se ikhlasnya. Ini juga dilakukan untuk membantu para keluarga ODGJ agar meringankan beban mereka,” katanya.

Selain merawat, ia juga memberikan wadah pekerjaan bagi para ODGJ yang sudah sembuh. Demikian ini supaya cepat beradaptasi ke masyarakat dan mengembalikan ingatan mereka.

Ada yang menjadi buruh tani dan tukang potong kayu dan bekerja di Yayasan GCK. “Ada beberapa yang sudah sembuh, mereka tetap di sini dan ada yang bekerja sebagai petani, kalau sore begini biasanya mereka sudah pulang,” ungkapnya.

Yayasan yang berdiri sejak tahun 2005 itu mendapatkan lisensi dari pemerintah tahun 2008 punya 12 ruangan yang terbagi di barat dan timur, sebagai kamar para ODGJ.

Setiap ruangan terpisah dengan tembok dan jeruji. Khusus untuk ODGJ yang belum sembuh total, ditempatkan di bagian paling belakang.

Sedangkan ODGJ yang berangsur pulih ditempatkan  di bagian depan sesuai dengan prosentase kesembuhannya. Satu kamar berisi tujuh sampai 10 ODGJ, ada juga yang lebih.

“Aktifitas yang diberikan disini, kami berikan mereka kegiatan yang membaur dengan alam, keagamaan, dan terus kami ajak untuk ngobrol biar terjadi interaksi. Keluarga para ODGJ ini pun jarang sambang, paling hanya beberapa bulan sekali, ada yang satu bulan sekali tidak menentu,” jelasnya.

Terakhir, ia berpesan baiknya sesama manusia memang harus saling membantu, terlebih bagi mereka yang mengalami kekurangan.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait