Usai Wawancara Warga Terindikasi Corona, Dua Wartawan KFM Disemprot Disinfektan

Penyemprotan disinfektan dilakukan ke seorang wartawan usai mewawancarai warga yang diindikasi terinfeksi Virus Corona.
  • Whatsapp

JOMBANG, Kabarjombang.com – Datang ke kantor Kelompok Media Faktual (KFM) usai menjalankan tugas peliputan, dua wartawan media online FaktualNews.co dan KabarJombang.com, harus menjalani penyemprotan disinfektan sebagai salah satu protokol pencegahan virus Corona (Covid-19).

Dua wartawan ini, Slamet dan Syarif, dia disemprot disinfektan di halaman depan kantor perusahaan pers PT SB Intermedia Pers, pasca melakukan wawancara eksklusif dengan salah seorang warga yang terindikasi terinfeksi virus Corona (Covid-19) di salah satu daerah di Jombang Kota.

Baca Juga

Warga terindikasi Corona tersebut, sempat ditolak oleh salah satu rumah sakit swasta di Jombang saat melakukan cek kesehatan. Tidak hanya itu, dokter praktek yang tidak jauh dari rumah warga yang terindikasi Corona tersebut, juga melakukan hal sama.

“Kami berdua baru saja melakukan wawancara dengan narasumber yang mengaku terinfeksi Corona, karena suhu tubuhnya mencapai 38′ celcius. Dan dia sempat ditolak salah satu RS swasta saat ingin cek kesehatan. Tak hanya itu, narasumber yang kami wawancarai juga mengaku ditolak dokter praktek yang tidak jauh dari rumahnya,” kata Slamet, wartawan KabarJombang.com, Kamis (26/3/2020) siang.

Slamet mengatakan, sebelum menemui narasumber, dirinya sudah dibekali sosialisasi pencegahan virus Corona, dan alat perlindungan diri (APD) berupa masker dan hand sanitizer dari perusahaan pers tempatnya bekerja.

“Sebelumnya, kita sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan redaksi agar dilakukan seterilisasi, untuk mencegah penyebaran virus,” pungkasnya.

Saat dua wartawan ini tiba di halaman kantor, mereka tidak dianjurkan langsung masuk ke dalam kantor redaksi. Melainkan harus lebih dulu bergerak memutar dengan disemprot cairan desinfektan. Dua wartawan itu juga terlihat memakai masker.

“Masker dikenakan saat penyemprotan, berguna agar cairan disinfektan saat disemprotkan tidak masuk ke tubuh melalui mulut. Mereka juga diminta menutup mata saat proses penyemprotan disinfektan dilakukan,” kata Adi Susanto, CEO SB Intermedia Pers.

Protokol ini, lanjutmya, sengaja diterapkan perusahaan pers-nya dalam rangka memberikan proteksi pada awak media yang bekerja di perusahaan yang berlokasi di Perumahan Jombang Citra Abadi, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang ini.

Selain itu, perusahaan ini menerapkan work from home apabila awak redaksi dan non redaksi kesehatannya kurang fit atau sakit. Jika memang urgen atau penting dilakukan di kantor, diharuskan menggunakan masker.

“Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan, dua hari sekali. Juga ke rumah-rumah awak media baik redaksi maupun non-redaksi. Ini semua sebagai upaya melawan Covid-19,” tandas Adi Susanto.

INSTAGRAM

Berita Terkait