Trotoar Sepanjang Jalan KH Mimbar Jombang Sudah Rusak di Sejumlah Titik

Salah satu titik drainase trotoar di jalan KH Mimbar yang mengalami kerusakan. (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kondisi trotoar diatas drainase di sepanjang jalan KH Mimbar, Desa/ Kecamatan/ Kabupaten Jombang, sudah terdapat kerusakan di sejumlah titik.

Pantauan di lokasi, temuan kerusakan tersebut di sejumlah titik mulai dari makam desa setempat sampai ke utara atau perempatan traffic light. Ada yang terlihat ambles, retak-retak, dan keramik terlepas.

Baca Juga

Seorang pedagang setempat, Feri (36) warga Desa Candimulyo, mengaku tidak tahu penyebab pasti kerusakan trotoar di atas saluran drainase tersebut. Meski mengaku awam di dunia konstruksi, dia mengatakan jika keramik trotoar lepas, karena kurang semen atau campuran PC-nya kurang seimbang.

“Wah kurang tahu penyebab pastinya. Kalau dilihat dari lepasnya proselen kelihatan kurang semen. Kalau karena beban berat nggak juga, karena orang jualan di sini ya sayur. Nggak berat gitu,” tutur pria yang mengaku sudah hampir lima tahun berjualan di sepanjang jalan tersebut, pada KabarJombang.com, Selasa (15/9/2020)

Dia mengatakan, ada perbedaan bentuk kekokohan bangunan drainase sebelah barat dan timur di sepanjang jalan tersebut.

“Sepertinya memang beda antara yang barat dan timur. Kalau yang barat kelihatan lebih kokoh ketimbang sebelah sini. Selain kondisinya lepas yang agak ke sana, juga kelihatan ambles,” ungkapnya.

Feri mengingat-ingat, drainase di sebelah timur lebih dulu dibangun dibanding sebelah barat. “Kayaknya dulu pembangunan yang sebelah timur bagian utara itu duluan digarap, sampai nggak tahu mana batasnya ya. Lanjutannya dari itu kayaknya hampir berbarengan waktu garapnya sama drainase sebelah barat itu,” jelasnya.

Diperoleh informasi, proyek drainase/ trotoar di kawasan kumuh, Desa Jombang ini, dibangun secara bertahap, dengan lading sector Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang. Dari perempatan traffic light hingga selatan sedikit pondok pesantren setempat di dua sisi trotoar/ drainase, merupakan proyek tahun anggaran 2018.

Kemudian, pembangunan dilanjutkan pada tahun anggaran 2019, yakni di titik selatan sedikit Ponpes tersebut hingga perempatan Pasar Legi. Juga di dua sisi. Untuk TA 2019, proyek ini menelan Rp 3,4 Miliar. Dengan pelaksana PT Wonosalam Makmur dan konsultan pengawasnya yaitu CV Banyubening.

INSTAGRAM

Berita Terkait