Lontong balap khas Surabaya. (Istimewa).
JOMBANG, KabarJombang.com-Apakah Anda salah satu penikmat makanan khas Surabaya? Jika iya, mungkin sudah tidak asing lagi dengan menu “Lontong Balap Surabaya”.
Menu tradisional ini merupakan hidangan yang sangat populer di kota pahlawan ini, bahkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Lontong balap Surabaya merupakan sajian kuliner yang memadukan beberapa bahan utama dengan rasa yang sangat harmoni.
Bahan utama dari hidangan ini meliputi ketan (untuk membuat lontong), tauge, tahu goreng lentho (perkedel dari daging) dan koya (campuran kelapa parut kering dan kerupuk).
Ciri khas yang membedakan lontong balap surabaya dari hidangan serupa adalah penyajian saus kacang yang gurih dan bumbu khas yang memberikan sentuhan kenikmatan.
Tidak hanya lezat di lidah, lontong balap Surabaya juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat setempat.
Kini tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya untuk menikmati menu tradisional ini, karena Anda bisa membuatnya sendiri dengan bahan dan cara pembuatan yang sederhana.
Jika Anda ingin mencoba membuatnya, akan lebih baik jika menguasai resep autentik atau resep aslinya terlebih dulu.
Bahan-bahan:
Bahan kuah:
Bahan bumbu halus:
Bahan untuk lentho:
Bumbu halus lainnya:
Cara membuat:
Selain itu, Anda juga bisa membuat hidangan berikut ini untuk menu santap bersama keluarga:
Tips Sehat Makan Lontong
Perlu Anda ketahui, menu tradisional lontong umumnya tidak memiliki kalori yang tinggi ketimbang nasi dan ketupat.
Satu bungkus lontong (90 gram) memiliki kalori sebesar 130 kilo kalori (kkal). Namun, kalori tersebut belum termasuk makanan yang biasa disajikan bersama lontong, seperti gulai, daging, telur, dan makanan pendamping lainnya. Dalam hal ini, satu porsi lontong balap memiliki kalori sebanyak 513 kkal.
Sementara itu, kalori dalam seporsi nasi adalah 195 kkal, sedangkan 1 buah ketupat (110 gram) memiliki kalori sebesar 176 kkal. Alasan lontong rendah kalori yaitu karena proses memasaknya, beras yang dimasukkan ke bungkus daun pisang tidak terisi penuh.
Akibatnya, jumlah beras yang digunakan relatif sedikit hingga kadar karbohidratnya lebih rendah.
Meskipun kalorinya tergolong rendah, Anda tetap perlu bijak dalam mengonsumsinya alias jangan berlebihan. Sebab jika lontong sudah bercampur dengan kuah santan dan makanan pendamping lainnya, maka kalorinya akan meningkat yaitu sekitar 357 kkal atau mungkin lebih.
Berikut ini tips sehat mengonsumsi lontong:
Itulah yang perlu Anda dan keluarga ketahui tentang resep lontong balap khas Surabaya dan tips sehat mengonsumsinya.
Leave a Comment