Terkait Postingan Eks Pasien GCK Sumbermulyo, Pemdes Puton Meminta Maaf

Suasana mediasi pihak terkait atas postingan eks pasien GCK di Balaidesa Puton, Diwek, Jombang (Foto: DianaKN) .
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com-Terkait postingan eks pasien GCK (Griya Cinta Kasih) Desa Sumbermulyo,  Kecamatan Jogoroto, dilakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait. Atas nama warganya, Pemerintah Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, meminta maaf.

Sekretaris Desa Puton, Putra Hadi menyatakan permintaan maaf kepada pihak-pihak terkait dan juga masyarakat atas postingan FL warganya yang telah beredar.

Baca Juga

“Kami selaku Pemerintah Desa Puton, sebagai perwakilan keluarga, meminta maaf atas nama warga saya terhadap postingan yang diduga membuat yayasan sosial tersebut tercemar nama baiknya. Juga pihak-pihak lain yang mungkin dirugikan atas postingan tersebut.”tuturnya pada KabarJombang.com Jumat (18/12/2020).

Mediasi yang dilakukan seharusnya bersama dengan pihak keluarga pembuat postingan. Namun telah dilakukan upaya pemanggilan dan pencarian yang berangkutan tidak diketahui keberadaannya.

Terkait kondisi keluarga, wewenang diambil alih oleh Pemdes setempat untuk menjembatani pihak pembuat postingan dengan pihak Yayasan GCK.

Pihaknya mengajak agar sama-sama memaklumi kondisi dari FL atau pemilik akun Laily Foreve atas postingan yang sudah beredar.

“Kami mohon agar sama-sama memaklumi kondisi FL yang memang harus dimaklumi. Karena kami sudah lama juga mengetahui kondisi aslinya seperti apa. Sementara untuk kelanjutan dari kesehatannya kami masih akan lakukan pantauan terus. Sama halnya yang kita lakukan selama ini.”kata Putra Hadi.

Lebih lanjut Putra Hadi meminta agar postingan yang sudah dibuat FL tidak lagi ditayangkan atau dihapus agar tidak muncul masalah kembali.

“Saya meminta agar pemilik atay admin grup di Facebook juga menghapus agar postingan tersebut tidak tayang lagi. Sehingga tidak ada lagi masalah yang muncul.”tambahnya.

Sementara itu Ketua Yayasan GCK, Jamiin menyatakan bahwa permasalahan yang menyeret nama yayasan sosialnya selesai dan masyarakat bisa memahami kejadian dan kondisi kesehatan pembuat postingan.

“Saya kira sudah selesai, sudah dilakukan mediasi, komunikasi bersama pemdes setempat dan memang harus sama-sama memaklumi keadaan kesehatan FL. Dan memang yang dituduhkan ke kami lewat postingan tersebut tidak ada.”ungkapnya.

Pihaknya pun berharap agar postingan tersebut tidak lagi beredar dan permasalahan ini selesai dengan sama-sama memaklumi kondisi kesehatan pembuat postingan.

“Saya berharap postingan-postingan yang ada berhenti dan tidak lagi disebarluaskan. Karena permasalahan ini selesai dengan pertimbangan kondisi kesehatan yang harus dimaklumi bersama.”tutupnya.

 

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait