Terapi Ozon Atasi Vagina Bermasalah

Ilustrasi. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Merawat vagina memang gampang-gampang susah. Demikian ini mengingat ada banyak problem kesehatan terkait vagina.

Selain keputihan, Anda patut mewaspadai vaginistis, yakni peradangan di daerah vagina yang menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Baca Juga

Mengapa organ reproduksi rentan terkena infeksi ? Dr. Rikka Mulya Wirman, Sp.OG menjelaskan salah satu penyebabnya letak vagina yang berdekatan dengan uretra alias saluran kemih dan anus.

Menurut Dr Rikka, masalah kesehatan organ intim bisanya terkait beberapa penyakit seperti tumor jinak atau ganas, infeksi, dan masalah hormon. Karenanya dia merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang seperti USG, Histerosalpingografi (HSG), CT scan, dan MRI.

“Masalah lain yang sering terjadi yakni vagina gatal, panas seperti terbakar, keputihan, terasa kering, dan iritasi yang memicu nyeri saat bersanggama,” terang Rikka.

Gatal itu bisa disebabkan alergi sabun atau pemakaian celana dalam yang bahannya kurang menyerap keringat. Untuk menjaga kesehatan vagina, teknologi kedokteran menyuguhkan beberapa alterlatif terapi. Salah satunya terapi ozon.

Rikka menyatakan terapi ozon dilakukan dengan melepaskan gas ozon bertekanan rendah ke liang vagina. Terapi ini, kata Rikka, dilakukan dua sampai tiga kali seminggu dengan durasi paling lama 20 menit.

Dikatakan, gas ozon bertekanan rendah sehingga tidak sampai membuat organ intim terasa sakit. Terapi ini mencegah vaginistis, khususnya vagina yang terkena jamur.

“Tujuannya meningkatkan populasi Lactobasilus di mukosa vagina serta membuat kondisi mukosa vagina menjadi normal sehingga memperbaiki sistem imun lokal vagina,”ungkapnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait