Tanaman Buah Petani Berharga Ekonomis, Ini Berkah Musim Kemarau

Buah golden yang dipanen oleh petani di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Di musim kemarau, harga buah berharga cukup mahal. (FOTO: AAN)

KABARJOMBANG.COM – Musim kemarau ternyata membawa berkah tersendiri bagi petani buah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Buah mereka, diakui saat ini berharga cukup ekonomis, dan untung besar.

Seperti yang dialami Heri Santoso, petani buah golden asal Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Menurutnya, saat ini buah golden yang ditanamnya berharga cukup mahal. Dalam 1000 meter persegi, buah yang identik berwarna kuning tajam ini bisa dihargai tengkulak buah Rp 5 hingga Rp 6 juta.

Kondisi ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Cuaca yang tak menentu membuat buah seperti semangka, garbis, dan golden, minim dilirik tengkulak. Alasannya, tengkulak tidak bisa menjual hasil panen petani ke pasaran.

“Dibanding sebelumnya, tahun ini memang harga buah cukup bagus. Kemungkinan cuaca panas yang tidak berubah. Ini tentu menjadi cuaca baik bagi tanaman buah yang tidak bisa mengkonsumsi air cukup banyak,” terangnya.

Keuntungan ini, tentu saja dihitungkan dari segi biaya tanam. Pada musim tanam buah, petani rata-rata mengeluarkan biaya tanam dari Rp 1,5 hingga Rp 2 Juta per 1000 meter persegi. Jika dihitungkan dengan harga buah yang mencapai Rp 5 hingga Rp 6 Juta, tentu petani memiliki untung berkisar Rp 2 hingga Rp 3 Juta dalam sekali tanam.

Meski begitu, ia tak memungkiri, bagi petani yang masa panennya terlambat, akan menjadi bomerang tersendiri. Sebab, petani yang memanen buahnya terlambat akan bersaing dengan kondisi cuaca yang memasuki musim hujan. Tentu saja, ini kabar buruk bagi petani buah. Pasalnya, buah seperti semangka, melon, garbis dan juga golden, rentan sekali membusuk jika dikucur air terus-terusan.

“Inilah yang menjadi kendala petani buah. Musuh kita hanya cuaca dan tikus, jika cuaca sudah memasuki musim hujan. Tentu saja buah tidak akan bisa dipanen maksimal. Sebab buah akan busuk terkena air. Belum lagi, hama tikus juga mengancam petani setiap kali musim tanam. Inilah kendala kita,” pungkasnya. (aan/kj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here