Tahapan Pilkades di Jombang Berjalan, Dana dari Pemkab Belum Cair 

Ketua Pilkades Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Toni Budiman, (Foto: DianaKN) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kendati ada Surat Edaran Mendagri tentang penundaan pilkades tidak berlaku di Pilkades Jombang. Namun, pilkades serentak di Jombang tetap digelar pada 16 Desember 2020 mendatang.

Proses tahapan pilkades di Kabupaten Jombang, yang bakal dilaksanakan di sembilan desa di Jombang tetap berjalan sesuai penjadwalan.

Baca Juga

Namun, untuk sementara biaya pelaksanaan pilkades yang dianggarkan dari APBD belum turun. Sehingga sebelum ada pencairan biaya, panitia harus menyediakan sendiri.

“Sejak panitia dilantik pada 8 September 2020 lalu, besoknya sudah langsung kerja. Tentunya butuh biaya untuk tahapan itu sampai sekarang. Karena dana dari kabupaten belum cair ya pakai uang panitia dulu untuk nalangi, “ujar Toni Budiman Ketua Panitia Pilkades 2020 Desa Banjardowo, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, pada KabarJombang.com Senin (28/9/2020).

Toni mengatakan, dana pilkades masih tahap pengajuan proposal ke Pemkab Jombang.

“Proposal sudah masuk, untuk pencairannya belum tahu kapan. Tapi perkiraan saya Oktober pertengahan sudah cair, Karena katanya satu sampai dua minggu dari proposal masuk itu bisa cair.”ungkapnya.

Dikatakan, untuk pelaksanaan pilkades di masa pandemi sudah diberikan arahan dalam pelakasanaan di hari H. Namun untuk simulasi belum ada.

“Karena hanya desa yang melaksanakan pilkades. Sehingga kalau ada arahan dan informasi langsung dikumpulkan di DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Jombang.”jelasnya.

Pelaksanaan pilkades di Jombang pada Desember mendatang terkesan dipaksakan karena masa pandemi Covid-19, Toni mengaku tidak tahu.

“Masalah itu saya tidak tahu, entah untuk meredam agar situasi kondusif atau gimana kurang tahu saya. Saya hanya ikuti tahapan pelaksanaannya saja,”ujarnya.

Berkaca pada pilkades sebelumnya yang terjadi di Desa Banjardowo, semua panitia mundur sehingga pilkades batal terselenggaranya, Toni mengaku sudah bersiap diri.

“Saya kira itu jadi pengalaman dan pembelajaran atas kejadian itu. Kita sudah baca situasi dan keadaan pilkades sekarang. Untuk segala bentuk tendensi kami selaku panitia siap dan tidak akan terulang lagi kejadian sebelumnya,”pungkasnya.

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait