Foto: Tampak depan Gua Anggaswesi, Wonosalam yang digunakan oleh Sudarmaji untuk menepi dan memilih tinggal di dalam gua tersebut. (Wahyu/KabarJombang).
WONOSALAM, KabarJombang.com – Gua Anggas Wesi di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, menyimpan kisah unik sekaligus nilai sejarah. Kini, kawasan tersebut direncanakan menjadi destinasi wisata spiritual, meski upaya penataan terkendala sebab Sudarmaji (60) yang tinggal di dalam gua puluhan tahun, enggan meninggalkan tempat tinggalnya.
Kepala Dusun Sidolegi, Abdul Sholeh Sobirin, mengatakan pihaknya bersama Perhutani sudah beberapa kali berupaya mengajak Sudarmaji pindah dari gua untuk menata kawasan itu agar lebih terjaga dan layak dikunjungi.
“Kita dan pihak Perhutani sudah berusaha memberi tempat di luar gua supaya lokasi bisa steril dari pengunjung, tapi orangnya tidak mau pindah,” jelasnya, saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, warga sekitar sebenarnya tidak mempermasalahkan keberadaan Sudarmaji. Namun sebagian pengunjung mengaku kurang nyaman dengan kondisi di sekitar gua.
“Warga di sini tidak merasa terganggu, hanya pengunjung saja yang kadang kurang nyaman,” ungkapnya.
Meskipun demikian, pemerintah desa dan Perhutani tetap berupaya menjaga kawasan tersebut. Secara administratif, Gua Anggas Wesi terletak di petak 37F Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberjo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, KPH Jombang. Luasnya sekitar 0,1 hektare, dan termasuk dalam Kawasan Penggunaan Khusus (KPKh).
Pihak desa berencana menata akses jalan, memasang papan informasi sejarah, dan menyiapkan area istirahat pengunjung tanpa mengubah struktur alami gua.
“Harapan kami, gua ini bisa dipelihara dan dikembangkan menjadi tempat wisata yang baik. Selain menjaga sejarah, juga memberi manfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Sholeh menyebut Gua Anggas Wesi berpotensi menjadi lokasi wisata spiritual dan sejarah, mengingat keberadaannya lekat dengan legenda turun temurun warga Wonosalam.
Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, gua ini memiliki lorong gaib yang menghubungkannya dengan gua-gua lainnya di lereng Gunung Anjasmoro. Meski belum ada bukti arkeologis, kisah itu tetap menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Selian itu, di ruangan dalam gua, terdapat dua arca batu serta sejumlah peralatan ritual yang diyakini digunakan oleh para pengunjung, termasuk Sudarmaji yang memutuskan untuk hidup di dalam gua anggas wesi selama puluhan tahun, guna bermeditasi.
Leave a Comment