Sosial Budaya

Sedekah Dusun Gambang Gudo Jombang, 9 Tumpeng Hasil Bumi Jadi Rebutan Warga, Berharap Bisa Selalu Rukun

GUDO, KabarJombang.com – Banyak cara unik bagi masyarakat untuk menunjukkan rasa syukur mereka. Termasuk cara yang dilakukan oleh warga Dusun Gambang, Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Jombang. Mereka menggelar pawai dan sedekah desa dengan membawa hasil bumi yang diarak keliling Dusun.

Ada 9 Gunungan hasil bumi baik berupa sayuran maupun buah-buahan yang dirangkai dengan cantik dalam bentuk tumpeng raksasa. Berbagai atraksi kesenian, seperti barongsai dan kuda lumping juga turut meramaikan kegiatan tahunan tersebut.

“Ini adalah sedekah dusun, warga mwnyedekahi buminya dan juga para leluhurnya yang telah memberikan peninggalan yang ada di Dusun Gambang ini. Dan acaranya dimulai sejak kemarin dengan cara mendoakan para pendahulu dan sekaligus tumpengan, ada sekitar 300 tumpeng kemarin,” ungkap Nur Wakit, Kepala Desa Plumbon Gambang, Sabtu (19/07/2025).

Selain untuk melestarikan tradisi dan bentuk syukur, kegiatan sedekah Dusun ini juga sebagai upaya untuk membangun kerukunan antar warga di Dusun Gambang.

“Jadi sedekah Dusun ini adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah atas panen yang diberikan, dan hasil bumi kami ya apa yang ada di tumpeng-tumpeng tadi. Dan yang terpenting adalah untuk membangun kerukunan antar warga desa kami,” tambahnya.

Usai diarak keliling Dusun, gunungan tumpeng hasil bumi kemudian diperebutkan oleh warga. Nampak, warga begitu bersemangat saat ikut berebut hasil bumi dan berharap warga di desanya bisa terus rukun.

“Kami senang bisa ikut guyub, rebutan tumpeng hasil bumi. Nanti akan dibawa pulang dan semoga bisa dapat keberkahannya. Harapan kami warga bisa terus guyub rukun dan saling gotong royong dengan adanya acara ini,” ungkap Agus, salah satu warga Gambang usai ikut rebutan hasil bumi.

Acara di Dusun Gambang ini berlangsung selama 3 hari. Untuk di tanggal 20 Juli, warga memberikan santunan kepada 72 keluarga duafa, dan 26 anak yatim.

Perlu diketahui, Dusun Gambang ini dikenal dengan industri kerajinan manik-manik kaca, yang telah berjalan sejak tahun 1978 dan berkembang pesat hingga saat ini.

Kerajinan manik-manik dari limbah kaca ini bukan hanya dipasarkan secara lokal tapi juga menembus pasar internasional, termasuk negara-negara seperti Singapura, Spanyol, Malaysia, dan berbagai negara di Eropa.

 

Leave a Comment
Share
Published by
Redaksi