Foto : Penampilan peserta pawai di Desa Brambang, Diwek, Jombang. (Istimewa)
DIWEK, KabarJombang.com – Desa Brambang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, kembali menunjukkan kekuatan budaya sebagai sarana pemersatu masyarakat dalam gelaran Pawai Budaya yang digelar Minggu (10/8/2025). Pawai ini bukan sekadar perayaan menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi simbol hidupnya semangat kebhinekaan di tengah masyarakat desa.
Sejak pagi, jalanan desa telah dipadati warga dari berbagai dusun Brambang, Pranggang, dan Legarang yang bergotong royong menyiapkan atraksi terbaik mereka. Suara drumband berpadu dengan sorakan riuh penonton menciptakan atmosfer yang meriah dan menggugah semangat.
Menariknya, peserta pawai tampil totalitas. Dari balita hingga lansia, mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia. Beberapa terlihat dalam balutan kebaya merah, sementara lainnya membawa properti unik seperti payung hias dan miniatur rumah adat. Tak hanya itu, kendaraan warga juga dimodifikasi menjadi replika naga emas, rumah adat, hingga panggung mini tempat anak-anak menari.
“Ini bukan soal menang atau kalah. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan itu indah, dan bisa bersatu lewat budaya,” ujar Luluk (45), peserta dari Dusun Legarang, sambil menyeka peluh di wajahnya.
Di sisi lain, Diana (29), warga Dusun Pranggang, mengaku senang karena pawai ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.
“Anak-anak bisa tahu tentang budaya daerah lain tanpa harus jauh-jauh pergi. Ini jadi pelajaran hidup yang menyenangkan,” katanya sambil tersenyum.
Kepala Desa Brambang, Nur Rohmah, yang ikut berjalan di barisan depan mengenakan busana manten Jawa, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga.
“Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga merayakan keberagaman yang menjadi kekuatan desa kita. Semoga semangat seperti ini terus tumbuh,” ujarnya di tengah tepuk tangan warga.
Pawai yang melintasi jalan utama desa itu berubah menjadi festival mini yang melibatkan semua unsur masyarakat. Penonton berjejer rapi di sepanjang rute, anak-anak melambai-lambaikan bendera kecil, dan para lansia tampak antusias menyaksikan generasi muda tampil dengan percaya diri.
“Di tengah gegap gempita tersebut, satu pesan terasa kuat: Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan, tapi telah menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan warga Brambang,” pungkasnya.
Leave a Comment