Sosial Budaya

Liburan, Melawan Dominasi Gadget dengan Permainan Tradisional di Mojoagung Jombang

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Libur panjang sekolah biasanya identik dengan waktu yang habis di depan layar ponsel pintar. Namun, pemandangan berbeda tersaji di Alun-Alun Cemara, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Sabtu (4/7/2026) sore. Ratusan anak-anak terlihat riang gembira berlarian, keringat membasahi dahi, namun tawa lepas terus memecah suasana.

​Mereka tengah mengikuti kegiatan ‘Dolanan Bareng Anak Desa’ Volume 2 yang diselenggarakan oleh Forum Anak Desa Miagan. Sebanyak 120 peserta, yang terdiri dari anak-anak Desa Miagan hingga desa sekitar, berkumpul untuk meninggalkan sejenak dunia digital dan kembali ke akar permainan tradisional.

​Dakon, lompat tali, betengan, boy-boyan, hingga gobak sodor menjadi primadona. Tak hanya permainan fisik, panitia juga menghadirkan kelas eksperimen roket air yang memancing antusiasme tinggi dari para peserta.

​Shiva (10), salah satu peserta yang duduk di bangku kelas 5 SD, mengaku jauh lebih menikmati liburannya kali ini dibandingkan hanya bermain game di HP.

​”Seru banget! Di sini banyak permainan dan bisa main bareng teman-teman,” ujar Shiva dengan wajah sumringah saat ditanya mengenai pengalamannya mengikuti deretan permainan tradisional.

​Panitia penyelenggara, Chusnul Khotimah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang bermain biasa. Ada misi besar yang ingin dibawa oleh Forum Anak Desa Miagan, yakni memulai gerakan ‘Puasa Gadget’ di tingkat desa.

​”Latar belakangnya karena kami melihat anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget saat libur sekolah. Kami merasa perlu memperkenalkan kembali dolanan tradisional yang sarat akan nilai kebersamaan dan aktivitas fisik,” tutur Chusnul.

​Selain permainan, acara ini juga menyisipkan sosialisasi pola asuh anak yang bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak, yang terbuka bagi para orang tua.

Chusnul berharap, kegiatan ini menjadi pemantik bagi pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius membangun ekosistem yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

​”Tanggung jawab tumbuh kembang anak itu adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin ekosistem di desa ini bisa berdampak positif bagi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Menurutnya, ​antusiasme anak-anak di Alun-Alun Cemara hari ini menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda jika diberikan ruang dan dukungan.

“Dengan tawa dan kebersamaan, liburan sekolah tahun ini di Desa Miagan terasa jauh lebih berkesan daripada sekadar deretan angka skor di layar ponsel,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar