Sosial Budaya

Bukti Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang Dipaparkan di Padhangmbulan

SUMOBITO, KabarJombang.com – Kajian sejarah mengenai kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kembali mengemuka dalam forum Pengajian Padhangmbulan yang digelar di Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Senin (2/2/2026) malam. Sejumlah pemerhati sejarah Jombang mengungkap hasil penelusuran yang menyebut Bung Karno lahir di wilayah Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902.

Dalam pengajian yang diasuh budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun tersebut, Nasrul Ilah (Cak Nas) bersama Arif Yulianto (Cak Arif) memaparkan rangkaian data dan temuan sejarah terkait kelahiran Sang Proklamator. Keduanya merupakan bagian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang.

Cak Nas yang juga menjabat sebagai Ketua TACB Jombang menyampaikan bahwa tema pengajian malam itu, yakni shodaqoh, memiliki keterkaitan makna dengan sejarah kelahiran Bung Karno di Jombang. Menurutnya, fakta sejarah tersebut dapat dimaknai sebagai anugerah yang patut disyukuri oleh masyarakat Jombang.

“Ini merupakan karunia dari Allah SWT yang layak kita syukuri bersama sebagai warga Jombang,” ungkap Cak Nas.

Ia menambahkan, apabila sejarah kelahiran Bung Karno di Jombang semakin kuat dan diakui secara luas, hal itu akan semakin menegaskan posisi Jombang sebagai daerah yang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa.

“Jombang dikenal sebagai tempat lahir tokoh nasional, seperti Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, Cak Nun, Nurcholish Madjid, dan kini diperkuat dengan Bung Karno,” ujarnya.

Sementara itu, Cak Arif menjelaskan bahwa penelusuran sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso dilakukan melalui riset panjang yang melibatkan berbagai pihak. Salah satu temuan penting adalah sosok Kek Suro atau Mas Kiai Suro Sentono yang disebut sebagai saksi kunci peristiwa kelahiran Bung Karno.

“Kami menemukan dokumentasi foto Kek Suro yang berasal dari Kabuh, Jombang. Sosok ini disebut dalam cerita keluarga Situs Persada Soekarno Kediri sebagai tokoh yang mengetahui langsung peristiwa kelahiran Bung Karno,” jelas Cak Arif.

Selain itu, ia juga memaparkan data dari buku Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa karya Prof. Nurinwa dan tim yang terbit pada 2012. Buku tersebut memuat informasi berbasis Surat Keputusan (SK) dinas Raden Soekeni Sosrodihardjo, ayah Bung Karno.

“Berdasarkan SK dinas tersebut, Raden Soekeni tercatat tinggal di Ploso selama sekitar enam tahun, mulai akhir 1901 hingga 1907. Bahkan terdapat catatan tulisan tangan beliau yang menyebutkan Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902,” paparnya.

Ia menegaskan, pada Desember 1901 Raden Soekeni telah menetap di Ploso. Beberapa bulan kemudian, Bung Karno lahir di sebuah rumah di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, yang saat itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya.

Penelusuran tersebut juga diperkuat dengan ditemukannya makam Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno sejak bayi, serta makam Mbah Joyodipo yang dikenal sebagai teman masa kecil Bung Karno. Penemuan ini dilakukan oleh keluarga Situs Persada Soekarno Kediri bersama penelusur sejarah Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat.

“Berdasarkan berbagai data, saksi, dan temuan sejarah tersebut, kami menyimpulkan bahwa Bung Karno lahir di Jombang pada 6 Juni 1902,” tegas Cak Arif.

Ia berharap, melalui doa dan keberkahan forum Pengajian Padhangmbulan, pemerintah dapat segera menetapkan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang, sebagai situs resmi yang diakui negara.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar