Sopir Angkot Sambat, Modal Bensin Susah Kembali dan Pulang Jarang Bawa Uang

Imam Basori, salah satu sopir angkutan umum jalur JPK memperlihatkan hasil nariknya. (Foto: DianaKN)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir, membuat banyak warga mengeluh. Kali ini, sopir angkot yang biasa mangkal di kawasan Jomplangan, Jalan KH Hasyim Asyari, Kaliwungu, Jombang. Lantaran sepi penumpang, pendapatan mereka pun minim, bahkan minus.

Seperti diungkap Imam Basori (40) sopir angkot warga Desa Dempok, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Ia membenarkan, hingga kini penumpang pada trayeknya, yakni Jombang – Kandangan, sepi. Kondisi sepi, dia rasakan sejak Covid melanda sekitar Maret 2020 lalu.

Baca Juga

Ia mengaku jarang membawa uang ketika pulang ke rumah. Uang hasil “narik”nya habis untuk setoran ke pemilik angkot.

“Jangankan bawa uang pulang, balik modal bensin ae angel (Jawa: modal bensin kembali saja susah). Sedangkan setor per hari berapa, belum bensin juga,” keluh sopir angkot JPK ini, Jumat (28/8/2020).

Dibanding sebelum pandemi, katanya, jauh berbeda. Sebelumnya, ada saja yang naik angkot, terutama para pelajar. Kala itu, kata Basori, dirinya masih bias membawa uang pulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jauh sekali perbedaannya dengan sebelum corona. Saat itu, masih ada yang naik. Anak-anak sekolah juga ada. Meski sekolah waktu itu ada sistem zona yang membuat sepi, ini malah parah. Rute Jombang – Kandangan, ini baru dapat Rp 19 ribu. Terancam nggak bawa pulang uang lagi hari ini,” katanya sambil memperlihatkan uang yang didapatnya.

Dia berharap, agar wabah ini segera berakhir. Dan penumpang kembali menggunakan jasa angkutannya. Terlebih untuk siswa sekolah agar segera beraktifitas kembali.

“Ya semoga cepat berakhir corona ini. Biar ada penumpang lagi. Apalagi anak sekolah semoga bisa kembali sekolah. Sedih kalau gini terus. Apalagi ada teman kita yang sampai jual mobilnya karena sepi gini,” jelasnya

Pantauan kawasan Jomplangan, tampak sejumlah angkot terparkir di pangkalan menunggu giliran berangkat narik. Terlihat, satu angkot JPK yang katanya sudah standby lebih dari 1 jam. Dia tidak beranjak karena belum ada penumpang.

“Lihat itu nggak jalan-jalan. Sudah lebih dari 1 jam diam aja di sana. Nggak ada penumpang dari tadi. Belum lagi, angkutan Elf itu, dari tadi juga njangur nggak ada penumpang. Gimana nasib kita kalau kayak gini terus,” tutupnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait