Sikapi Hari Perdamaian Dunia, Pemerhati Sejarah Asal Jombang: “Generasi Muda Jangan Lembek”

Dian Sukarno, pemerhati sejarah tinggal di Jogoroto, Jombang.
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Hari Perdamaian Dunia atau World Peace Day yang diperingati setiap tanggal 21 September, direspon pemerhati sejarah Jombang, Dian Sukarno. Menurutnya, gagasan perdamaian sudah ada sejak adanya umat manusia di bumi.

“Saya ingat sekali apa yang disodorkan oleh pendiri Republik ini, Bung Karno. Beliau selalu mengutamakan perdamaian dunia,” ujar Dian, kepada KabarJombang.com, Senin (21/9/2020).

Baca Juga

Kala pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini, kata Dian, peringatan Perdamaian Dunia tidak termasuk dalam jangkauan pemikiran massal atau kolosal masyarakat Indonesia. “Saya fikir yang terpenting dan utama sendiri saat ini adalah bagaimana agar pandemi ini segera berakhir dan ekonomi kembali pulih,” ungkapnya.

Namun, ia mengulas sejarah terkait peringatan hari perdamaian dunia ini. Dikatakannya, Bung Karno juga pernah menawarkan Pancasila ke sidang PBB (Perserikatan Bangsa-bansa), agar bisa diterima sebagai konsep secara Internasional.

Pada intinya, kata dia, kekhawatiran akan perang, kelaparan dan sebagainya oleh dunia global itu perlu untuk membangkitkan kembali makna dari perdamaian. Seperti apa aplikasi atau penerapannya dalam kehidupan nyata, terutama kesepakatan antar nation atau bangsa.

“Sehingga tatanan dunia baru yang pernah digembor-gemborkan Bung Karno, tercipta,” ulasnya.

Perdamaian akan selalu didambakan setiap bangsa maupun negara di dunia. Sementara penyikapan baik akan peringatan Hari Perdamaian Dunia ini, juga tergantung dari diri sendiri.

“Meskipun orang itu tidak tahu akan peringatan hari Perdamaian Dunia, paling tidak dimulai dari diri sendiri tanpa harus mengganggu privasi orang lain, seperti konteks istilah Jawa “Tepo Sliro” yang berarti ‘Tepo’ (tepat), ‘Sliro’ (awak/badan). Atau tenggang rasa,” paparnya.

Dian Sukarno menyarankan, agar para generasi muda tidak menjadi generasi yang lembek. Karena tantangan di depan akan selalu keras dan dunia tidak selembek yang diduga.

Dilansir dari Tirto.id, PBB menyatakan, hari Perdamaian Dunia ini sebagai hari yang dikhususkan untuk memperkuat cita-cita perdamaian, melalui pengamatan 24 jam tanpa kekerasan dan gencatan senjata.

Tema Hari Perdamaian Internasional tahun 2020 telah disampaikan oleh PBB, yakni “Bersama-sama Membentuk Perdamaian”. PBB menyeru agar Hari Perdamaian Internasional bisa dirayakan dengan menyebarkan kasih sayang, kebaikan, dan harapan dalam menghadapi pandemi.

Selain itu, rakyat juga bisa berdiri bersama dengan PBB melawan upaya-upaya menggunakan virus untuk mempromosikan diskriminasi atau kebencian.

INSTAGRAM

Berita Terkait