Sensasi Menikmati Olahan Durian dan Makanan Tradisional di Kebun Durian Wonosalam

Suasana pengunjung di Waroeng Bukit Durian Wonosalam (Foto: Daniel)
  • Whatsapp

WONOSALAM, KabarJombang.com – Menikmati olahan durian serta berbagai masakan tradisional, ditawarkan di Waroeng Bukit Durian, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Selain olahan makanan, sensasi makan di perkebunan durian merupakan hal berbeda dari kebanyakan tempat.

Wisata kuliner ini, menawarkan olahan durian mulai dari pancake durian hingga jus durian. Sedangkan menu makanan tradisional yang banyak digemari pengunjung adalah sego (nasi) jagung. Dengan harga Rp 10 ribu dengan menu yang lengkap mulai dari nasi jagung, rempeyek, lodeh tahu tempe, urap-urap, sayur kates, sambel dan juga lodeh terong.

Baca Juga

Warung ini berada di perkebunan durian seluas 4 hektare. Selain wisata kuliner pengunjung bisa menikmati sensasi alam. Antara lain udara sejuk, pemandangan hijau serta melihat buah durian yang ada di pohonnya langsung.

Menurut Widodo, salah satu pengunjung mengatakan, menu yang ditawarkan di tempat ini sangat beragam, serta harga juga terjangkau mulai dari makanan berat hanya Rp 10 ribu. Selain itu dirinya mengatakan tempatnya bagus dan cocok untuk berswafoto.

“Parkir disini luas, makanannya juga enak, warungnya juga bagus, sehingga kalau buat foto-foto juga bagus,” ungkapnya.

Dikatakan pemilik warung, H Eko Yudi (44) konsep warung yang digunakan adalah tradisional. Selain menawarkan menu tradisional, juga terdapat gazebo dari bambu serta atap dari daun alang-alang.

“Selain buah durian yang dihasilkan langsung dari kebun kita sediakan pancake hingga es krim durian. Kedepannya kita ingin ada waterbom dan penginapan, biar pengunjung bisa menunggu durian jatuh untuk dinikmati ditempat,” tuturnya.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB, namun ketika weekend atau libur nasional buka sampai pukul 21.00. Untuk durian yang ditawarkan mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 200 ribu dengan jenis durian lokal wonosalam.

Eko menuturkan bahwa pengunjung yang datang kebanyakan ada warga luar kota, seperti dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.

“Semoga saja dengan adanya warung ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan dapat diterima masyarakat,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait