Sempat Diviralkan Sebatang Kara, Wanita Tua di Sumberagung Dirawat Saudaranya

Wanita tua yang tinggal di Dusun Kaliglugu Rt 02 Rw 02 Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Sebuah foto seorang wanita tua hanya bisa tidur-tiduran dan tidak bisa beraktivitas, beredar luas dan mendadak viral di media sosial (Medsos) dan WhatsApp Grup (WAG). Juga disebutkan, perempuan tua ini hidup sebatang kara.

Penelusuran KabarJombang.com, wanita tua tersebut tinggal di Dusun Kaliglugu Rt 02 Rw 02 Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Ia tinggal bersama salah satu saudaranya bernama Agus.

Baca Juga

Saat kediamannya didatangi wartawan media online ini, wanita tersebut mengaku bernama Sri Warti Indiana. Ia tampak terbaring di atas kasur tanpa dipan, yang bersebelahan dengan dipan dengan kasur tanpa seprei. Jangankan beraktivitas, duduk dari pembaringan pun dia tak kuasa.

Inung Riwayati, istri Agus membenarkan, ibu tersebut masih saudara suaminya. Ia tinggal bersamanya, lantaran anak-anaknya tidak ada yang bersedia merawatnya. Inung mengaku tidak tahu saat ditanya keberadaan identitas kependudukan wanita tua yang masih saudaranya tersebut.

“Mengenai KK dan KTP-nya dimana, saya tidak tahu. Yang saya tahu anaknya tidak mau merawat, terus sama anaknya ditaruh di sini sekitar bulan Desember 2019 dalam keadaan sudah seperti itu. Kalau kata anaknya, habis jatuh. Terus dirawat suami saya hingga sekarang,” terang Inung di kediamannya, Jumat (29/5/2020).

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Diqin mengatakan, wanita tua tersebut berasal dari Kalimantan yang hijrah ke Sumberagung. Hingga pernah memiliki rumah di Sumberagung, namun dijual dan hingga saat ini masih dalam sengketa.

“Kalau dikatakan sebatang kara, tidak. Masih ikut saudaranya, Agus Siswahyudi. Masih tergolong mampu,” kata Kades pada KabarJombang.com.

Sementara Haris, Sekdes setempat menceritakan, pernah sebelumnya pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) melakukan survei agar wanita tersebut bisa masuk pendataan jaminan sosial. Bahkan, bidan desa juga pernah meninjaunya.

“Tapi ya begitu, tidak didapat dokumen kependudukannya. Mas Agus sendiri yang merawatnya pun nggak tahu yang bersangkutan penduduk mana. Tadi mungkin sampean tahu, tetangganya juga banyak yang tidak tahu, bahkan mereka hanya menyatakan pendatang,” kata Haris.

INSTAGRAM

Berita Terkait