Sejarah Ponpes Darul Ulum, Pernah Jadi Lokasi Berkumpul Pasukan Laskar Hizbullah

Bangunan asrama yang pernah menjadi tempat penyimpanan senjata serta tempat berkumpulnya tentara Hizbullah di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang. (FOTO: AAN)

KABARJOMBANG.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum yang berlokasi di Jalan Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, menyimpan segudang sejarah di masa lampau. Ponpes yang dibangun sejak tahun 1885 ini, ternyata pernah menjadi saksi perjuangan tentara Hizbullah melawan penjajah Belanda.

Seperti diketahui, laskar Hizbullah merupakan tentara yang melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Selain itu, tentara Hisbullah dan laskar Hizbul Wathon merupakan pasukan yang berisikan para ulama pendahulu. Seperti Kyai Ishomuddin yang gugur tertembak dalam peperangan melawan Belanda.

Kyai Ishomuddin merupakan putra dari Kyai Romli Tamim yang tidak lain anak Kyai Tamim Irsyad, pendiri Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Salah satu saksi perjuangan para tentara Hizbullah adalah bangunan asrama bambu yang kini masih berdiri kokoh di depan masjid Ponpes Darul Ulum. Meski kini, bangunan asrama itu berbalut tembok, namun jika dilihat ke dalam asrama, masih nampak keaslian bangunan di tahun lampau.

“Ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang hingga saat ini masih kita jaga dan kita tempati untuk santri,” kata KH Cholil Dahlan, pengasuh Ponpes Darul Ulum Jombang, Kamis (8/6/2017).

Bahkan, asrama ini juga pernah digunakan sebagai gudang senjata para ulama pejuang yang menentang kekuasan kolonial Belanda pada jaman dulu. Selain itu, tempat ini juga merupakan tempat pendidikan militer Laskar Hizbullah dan Laskar Hizbul Whaton.

Jejak sejarah berdirinya pondok pesantren ini, juga nampak dari keberadaan masjid yang berada di tengah-tengah lingkungan Ponpes. Masjid yang berarsitektur Demak ini dibangun sejak abad 19. Namun hingga kini, masjid tersebut masih nampak kokoh dan dipertahankan.

“Sebab Pondok Pesantren Darul Ulum ini berdiri, tak lepas dari perjuangan kemerdekaan bangsa. Pasalnya, selain menjadi pusat penggemblengan laskah hizbullah pada masa penjajahan Belanda, Ponpes juga sempat dijadikan sebagai gudang senjata para pasukan Indonesia. Inilah yang menjadi bukti sejarah yang terjadi di Pondok Darul Ulum,” pungkasnya. (aan/kj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here