Santri Luar Daerah Segera Kembali ke Pesantren di Jombang, Pemkab Bantu Thermo Gun

Suasana rapat di Ruang Swagata Pendopo Jombang
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mulai menyusun persiapan guna menyambut kembalinya ribuan santri yang guna meneruskan menuntut ilmu pada puluhan pesantren di Jombang.

Para santri tersebut kembali ke pesantren setelah sekitar dua bulan pulang kampung karena merebaknya corona virus disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga

Ribuan santri itu bakal kembali ke puluhan pesantren besar dan kecil di Jombang.

Antara lain Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso, Pondok Pesantren Tebuireng, Pondok Pesantren Mambaul Maarif (PPMM) Denanyar, dan Pondok Pesantren Sunan Ampel Kecamatan Jombang Kota.

Salah satunya, Pemkab Jombang bakal memberikan bantuan thermo gun pengukur suhu badan untuk setipa pondok pesantren.

Sekretaris Daerah (Sekda), Ahmad Jazuli mengatakan kebijakan kembalinya santri ke pesantren diserahkan kepada pesantren masing-masing.

“Yang terpenting semua pesantren di Jombang diwajibkan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 saat santri sudah kembali di pesantrennya,” kata Sekda Achmad Jazuli, usai rapat dengan pihak terkait, di pendopo kabupaten, seperti Jumat (5/6/2020) malam.

Kemudian, sambung Jazuli, santri yang kembali ke pondok pesantren besar, diatur kedatangannya tidak sekaligus, melainkan secara bertahap.

“Insyaallah setiap pesantren nanti akan mendapatkan bantuan dari Pemkab Jombang, antara lain dalam bentuk thermo gun,” katanya.

Hanya saja Sekda Jazuli belum bisa memastikan jumlah bantuan thermo gun. Terkait bantuan ini, menurut sekda, yang menangani adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Jombang, H Jauharuddin Alfatih mengapresiasi Pemkab Jombang yang sudah menyiapkan rencana guna menyambut kembalinya ribuan santri ke pesantren.

Di pihak pondok pesantren sendiri, Gus Ruddin (sapaan akrab Jauharuddin) mengakui, banyak yang belum siap 100 persen menyambut kembalinya santri tersebut.

Namun demikian, pihak pesantren tidak bisa mengosongkan waktu terlalu lama, dan harus segera mengambil keputusan mengembalikan santrinya secara bertahap ke ponpews masing-masing.

“Pen gembalian santrinya diatur secara bergelombang, tergantung jumlah santrinya. Diperkiraan akan memakan waktu hingga Agustus,” terang Gus Ruddin.

Pengasuh Al Ghozali PPBU Tambakberas ini menambahkan, pihak pesantren akan terus berkoordinasi dengan pemkab untuk memastikan rencana penyambutan kembalinya santri ini sesuai Protokol Kesehatan.

“Alhamdulillah, tadi sudah direspon pihak terkait dan akan bersedia memback up kembalinya santri di pesantren serta mendirikan posko-posko di pesantren,” katanya

Posko-posko tersebut didirikan kepolisian bertujuan memastikan kesiapan kedatangan santri.

“Pesantren akan memulai menerima kembali santrinya pada pertengahan Juli mendatang. Tetapi semua dikembalikan kepada pesantren masing-masing, karena pengasuhnya lah yang mengetahui situasi pesantren mereka,” tandasnya.

Suasana rapat di Ruang Swagata Pendopo Jombang.

INSTAGRAM

Berita Terkait