Rumah Kakak Kandung Sekdakab Jombang Dibobol Maling

Rumah kakak kandung Sekdakab Jombang pasca dibobol maling di Jl Hos Cokroaminoto.
  • Whatsapp

JOMBANG (kabarjombang.com) – Gara-gara ditinggalkan bepergian dan dalam keadaan kosong, rumah Bambang Dwi Pranoto (49) warga Jl Hos Cokroaminoto, Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, menjadi sasaran aksi perampokan, Minggu (22/11/2015). Akibat peristiwa ini, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kapolsek Jombang Kota, AKP Yudiono, melalui Kanit Reskrim Ipda Sugeng Prasojo mengatakan, kasus perampokan masih dalam proses penyelidikan. “Kasusnya masih dalam penyelidikan . Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi,” kata Sugeng kepada wartawan, Senin (23/11) siang.

Baca Juga

Sugeng menjelaskan, peristiwa perampokan pertama kali diketahui oleh warga sekitar, yang curiga dengan keadaan rumah korban yang juga dikenal sebagai kakak kandung Sekdakab Jombang, Ita Tribawati tersebut, dalam kondisi terbuka. Padahal, pemilik rumah saat itu diketahui sedang bepergian.

Warga yang curiga lantas menelpon korban, dan menyampaikan apa yang terjadi. Saat itu juga korban segera pulang untuk melihat kondisi rumahnya. Setelah diteliti, sejumlah barang milik korban seperti tiga unit laptop merk Acer, dua unit laptop merk Dell, satu buah layar LCD, serta satu kotak perhiasan berisi lima puluh akik telah hilang.

Tidak hanya itu, kondisi di dalam rumah korban juga dalam kondisi acak-acakan. Sadar rumahnya menjadi sasaran kejahatan, korban segera melapor ke Polsek setempat.

Polisi yang mendapat laporan, segera menuju rumah korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP, polisi menemukan pintu samping rumah korban dalam kondisi rusak bekas dicongkel. Polisi juga melacak sidik jari para pelaku yang kemungkinan membekas di lokasi, guna mengungkap identitas para pelaku.

“Diperkirakan komplotan ini lebih dari dua orang. Modusnya para pelaku masuk dengan merusak pintu rumah korban. Untuk total kerugian yang diderita korban masih dalam penghitungan, namun diperkirakan mencapai puluhan juta,” pungkasnya. (ari)

INSTAGRAM

Berita Terkait