RSUD Jombang Over Kapasitas, Gedung Dinkes Rencananya Jadi Ruang Pasien Covid-19

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, di sebuah kesempatan.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Meningkatnya angka pasien Covid-19 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuat semua RSUD Jombang over kapasitas. Sebab itu, Pemkab mulai melirik gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, difungsikan menjadi ruang perawatan pasien Covid-19.

Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Jombang sekaligus Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran membenarkan, hingga saat ini ruang isolasi RSUD Jombang masih penuh dan masih banyak pasien Covid-19 yang ditangani.

Baca Juga

Agar pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan karena over kapasitas, pihaknya mengatakan ada rencana memfungsikan gedung Dinkes Jombang menjadi ruang perawatan Covid-19, setelah Dinkes pindah ke gedung Stikes Pemkab.

“Saat ini masih banyak pasien Covid-19 yang kita tangani. Ruangan isolasi masih penuh, tapi antrean di pojok Covid-19 IGD sudah lancar. Dan RSUD Jombang sudah menambahkan bed, total ada 222 bed. Selanjutnya menunggu gedung Dinkes. Setelah Dinkes pindah ke Stikes akan segera kami tata untuk menambahkan bed-nya,” kata dr Pudji kepada KabarJombang.com, Minggu (3/1/2021).

Dikatakannya, rencana tersebut setelah adanya pembatalan gedung Stikes yang akan dijadikan RS Darurat Covid-19. Menurut dr Pudji, alasan dibatalkannya RS Darurat Covid-19 tersebut, karena aturan yang rumit dan membutuhkan anggaran biaya besar.

“Karena aturan yang ribet dan anggaran yang besar, sehingga rencana RS darurat atau RS lapangan batal,” ungkapnya.

“Nanti kami tata kalau sudah tidak ditempati. Dan untuk kantor Dinkes rencana akan dipindah ke Stikes Pemkab Jombang,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Jombang, drg Subandriyah mengatakan, jika gedung Dinkes akan dialihkan menjadi ruang pasien Covid-19 masih belum dipastikan. Hal itu, kata dia, merupakan keputusan tim Dinkes dan beberapa pihak.

“Itu masih keputusan tim, jadi yang memutuskan nanti tim. Saya belum tahu, ya sudah kami usulkan juga, untuk prosesnya bagaimana kan menunggu persetujuan dari beberapa pihak,” kata drg Subandriyah.

INSTAGRAM

Berita Terkait