Religi

PWNU Jawa Timur Ziarahi Makam Para Pendiri NU di Jombang, Peringati Satu Abad NU Masehi

JOMBANG, KabarJombang.com – Dalam rangka memperingati 100 tahun Nahdlatul Ulama berdasarkan penanggalan Masehi, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar ziarah ke makam para muassis NU di Kabupaten Jombang, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi sejarah sekaligus upaya meneladani nilai perjuangan para ulama pendiri NU dalam merintis dan membesarkan jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Rombongan PWNU Jawa Timur yang didampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang melakukan ziarah ke empat kompleks pondok pesantren yang menjadi tempat peristirahatan para muassis NU. Sejak pagi hari, peserta yang terdiri dari jajaran pengurus wilayah, cabang, badan otonom, serta lembaga NU telah berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ziarah diawali di makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang berada di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng. Di lokasi tersebut, kegiatan dibuka oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Husnan Dimyathi.

Selanjutnya, tahlil dipimpin oleh Wakil Katib PWNU Jawa Timur, KH Yahya Badrus Sholeh, dan doa dipanjatkan oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Jazuli Nur.

Usai dari Tebuireng, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, untuk berziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah.

Agenda kemudian berlanjut ke makam KH Bisri Syansuri di Denanyar, sebelum ditutup dengan ziarah ke makam KH Romli Tamim di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso.

Ketua Panitia Kegiatan, KH Masykuri Basri, menyampaikan bahwa ziarah ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendiri NU, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan dzuriyah para muassis.

“Ziarah ke makam para ulama dan pesantren merupakan tradisi yang telah mengakar di kalangan warga NU, sekaligus menjadi momentum silaturahmi dengan keluarga para muassis,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus melanjutkan estafet perjuangan para pendiri dengan berkhidmat secara maksimal, baik untuk kepentingan bangsa, negara, maupun organisasi NU.

“Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar