Foto : PCNU Jombang saat menggelar Lailatul Ijtima di Masjid Besar Ar Ridlo, Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung. (Istimewa)
MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menggelar kegiatan Lailatul Ijtima di Masjid Besar Ar Ridlo, Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung, Selasa (20/1/2026) malam. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta 100 tahun kelahiran Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan kalender Masehi.
Ratusan warga Nahdliyin tampak memadati masjid. Hadir pula jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan, mulai dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Ranting NU (PRNU), lembaga-lembaga NU, hingga badan otonom NU se-Kabupaten Jombang.
Dari jajaran Syuriyah PCNU Jombang, hadir Rais Syuriyah KH Achmad Hasan didampingi KH Mustain Hasan, KH Sholahuddin Fathurrahman, serta M Afairur Romadlon. Sementara dari jajaran Tanfidziyah, hadir Wakil Ketua KH Haris Munawir dan H Achmad Kemal Riza, Sekretaris H Ubaidillah, serta Bendahara KH Rohmatul Akbar.
Sebagai bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus konsolidasi organisasi, acara diawali dengan Istighosah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang dipimpin oleh KH Nur Hannan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mahalul qiyam serta santunan kepada anak-anak yatim.
Ketua MWCNU Mojoagung, H Fatkhur Rohman, dalam sambutannya selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Lailatul Ijtima di wilayah Mojoagung. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat ukhuwah serta meneguhkan semangat khidmat warga NU.
“Lailatul Ijtima bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum mempererat silaturahmi dan meneguhkan kembali niat kita dalam berkhidmat kepada jam’iyah NU,” ujarnya.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan arahan dan pembinaan dari PCNU Jombang. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, KH Haris Munawir, menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi NU secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh pengurus NU, dari tingkat cabang hingga ranting, untuk terus istiqamah dalam berkhidmat. Jangan lelah mengurus NU, karena khidmat ini bukan hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk umat dan peradaban,” tegasnya.
Ia menambahkan, satu abad NU merupakan tonggak sejarah yang harus dijadikan energi untuk memperkokoh peran NU di tengah masyarakat.
“Seratus tahun NU adalah amanah besar. Dibutuhkan soliditas, kedisiplinan organisasi, dan kesetiaan terhadap garis perjuangan jam’iyah,” imbuhnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Achmad Hasan, dalam taujihatnya mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk tetap berada dalam satu barisan dan satu komando.
“Kunci kemajuan NU adalah kebersamaan. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Satu barisan, satu komando, itulah kekuatan NU sejak didirikan oleh para masyayikh,” dawuhnya.
Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj dan seabad NU harus menjadi momentum peningkatan kualitas spiritual sekaligus penguatan komitmen organisasi.
“Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan ibadah, sementara seabad NU mengajarkan keteguhan dalam berkhidmat. Keduanya harus berjalan seiring untuk membangun peradaban yang mulia,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Mustain Hasan, seraya meneguhkan semangat kebersamaan dengan slogan, “Satu barisan, satu komando, menuju peradaban mulia.”
Leave a Comment