Religi

Pasar Ramadan Tambakberas Jadi Magnet Ekonomi, Santri Jombang Ramaikan Perburuan Takjil

JOMBANG, KabarJombang.com – Atmosfer Ramadan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, terasa semakin hidup setiap menjelang waktu berbuka puasa.

Di tengah padatnya aktivitas mengaji, deretan lapak kuliner tampak memenuhi akses jalan menuju pesantren. Ratusan pedagang menjajakan aneka hidangan takjil yang ramai diburu pembeli, mulai dari santri hingga warga sekitar.

Kegiatan bertajuk Bazar UMKM Ramadan tersebut memang menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan. Tidak sekadar tempat berburu menu berbuka, pasar musiman ini juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat sekitar pesantren.

Ketua Pelaksana Pasar Ramadan Desa Tambakrejo, Ahmad Khumaidi Alwi, mengungkapkan bahwa partisipasi pedagang tahun ini mengalami peningkatan. Sejak hari pertama dibuka, tercatat sebanyak 138 pelaku usaha turut ambil bagian.

“Komposisi pedagang diatur secara proporsional, yakni separuh berasal dari warga setempat dan separuh lainnya dari luar daerah. Ragam menu yang ditawarkan pun beraneka, mulai dari jajanan tradisional hingga makanan kekinian yang diminati kalangan muda,” ungkapnya Rabu (4/3/2026).

Ke depan, panitia berupaya meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal hingga mencapai 70 persen. Langkah tersebut ditempuh agar dampak ekonomi lebih besar dirasakan oleh masyarakat sekitar pesantren.

“Berbagai pilihan makanan dan minuman tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Mulai dari kolak, es buah, aneka minuman segar, kue tradisional, hingga makanan berat menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi para santri dan mahasiswa,” jelasnya.

Pihak pesantren pun memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan bazar ini. Pengurus yayasan berkoordinasi dengan panitia guna mengatur jadwal keluar santri secara bergiliran, sehingga aktivitas belajar tetap berjalan tertib.

Salah satu santriwati, Salwa, mengaku terbantu dengan adanya pasar Ramadan tersebut. “Bazar di sini menjadi alternatif pilihan menu berbuka di sela kesibukan kegiatan pesantren. Jika ada santri yang tidak mendapat giliran keluar, biasanya mereka menitip pembelian kepada saya atau teman-teman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab, menyebut tradisi pasar Ramadan di lingkungan pesantren telah berlangsung hampir sepuluh tahun. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.

“Bazar memberikan peluang tambahan penghasilan bagi pelaku usaha kecil selama bulan suci. Di sisi lain, pesantren tetap menjaga harmoni antara santri dan masyarakat sekitar melalui kolaborasi yang terjalin,” terangnya.

Sinergi antara pemuda Ansor, warga dan pihak pesantren menjadikan Ramadan di Tambakberas bukan hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Ia berharap, kolaborasi ini terus berlanjut sehingga membawa keberkahan bersama, memperkuat ekonomi warga, sekaligus memperluas manfaat pesantren bagi lingkungan sekitarnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar