Religi

Makam Masyayikh Tebuireng Jombang Dibuka 24 Jam Selama Muktamar NU ke-35

DIWEK, KabarJombang.com – Pesantren Tebuireng, Jombang, membuka akses kompleks makam masyayikh selama 24 jam nonstop bagi masyarakat dan peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Kebijakan tersebut diberlakukan selama rangkaian Muktamar NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Akses makam dibuka mulai 26 hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan kepada para peserta muktamar, tamu, serta warga Nahdliyin yang hendak berziarah ke makam para ulama dan tokoh yang dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.

Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, mengatakan pembukaan akses tersebut telah dibahas melalui rapat internal pesantren.

Menurutnya, momentum Muktamar NU ke-35 diperkirakan akan meningkatkan jumlah masyarakat yang datang ke Tebuireng untuk berziarah.

“Selama pelaksanaan Muktamar NU, kami akan membuka akses makam masyaikh Pesantren Tebuireng selama 24 jam. Ini untuk memberikan kesempatan kepada para tamu muktamar dan warga Nahdliyin yang ingin berziarah,” ujar KH Achmad Roziqi, Minggu (23/8/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah tokoh penting dalam sejarah NU dan Pesantren Tebuireng dimakamkan di kompleks tersebut. Di antaranya pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus Rais Akbar NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, kemudian KH Wahid Hasyim, Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah.

Selain itu, terdapat pula makam KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud dan ulama sekaligus mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, KH Adlan Aly atau yang akrab disapa Mbah Delan.

Menurut Achmad Roziqi, pembukaan makam selama 24 jam menjadi bagian dari upaya Pesantren Tebuireng menyambut kedatangan warga Nahdliyin dari berbagai daerah yang mengikuti maupun memanfaatkan momentum Muktamar NU untuk berziarah.

“Melihat kemungkinan banyak peserta muktamar yang datang ke Tebuireng, pintu gerbang makam masyaikh akan kami buka selama 24 jam penuh,” katanya.

Untuk memastikan aktivitas ziarah tetap berjalan tertib, pihak Pesantren Tebuireng juga akan berkoordinasi dengan tim keamanan. Pengaturan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung selama akses makam diberlakukan tanpa batas waktu.

“Kami juga berkoordinasi dengan tim sekuriti untuk membantu mengatur dan menata kedatangan para peziarah selama makam dibuka,” ungkapnya.

Tak hanya membuka akses makam, Pesantren Tebuireng juga turut menyemarakkan pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Sejumlah bendera dipasang di sepanjang gerbang pesantren, sementara ucapan selamat atas pelaksanaan muktamar turut dipasang di kawasan depan Pondok Putra Pesantren Tebuireng.

Dengan kebijakan tersebut, kompleks makam masyayikh Tebuireng diharapkan dapat menjadi salah satu lokasi yang mudah diakses warga Nahdliyin selama berada di Jombang dalam rangkaian Muktamar NU ke-35.

 

 

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar