Foto: Calon jamaah haji Jombang kloter 62 berada di Pendopo Kabupaten Jombang sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk selanjutnya menuju Tanah Suci. (Wahyu/KabarJombang)
JOMBANG, KabarJombang.com – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan tidak ada skema keberangkatan haji tanpa antrean saat melepas Calon Jamaah Haji (CJH) Kloter 62 asal Kabupaten Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (7/5/2026). Penegasan tersebut disampaikan di tengah maraknya praktik haji ilegal yang dinilai masih membahayakan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah menyampaikan lebih dari 50 persen jamaah haji Indonesia tahun ini telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pelepasan CJH turut dihadiri Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin. Pada hari yang sama, sebanyak 737 jamaah dari Kloter 62 dan 63 diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah, yang akrab disapa Gus Irfan, mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan dalam proses pemberangkatan jamaah tahun ini. Salah satunya, adanya jamaah Indonesia yang ditolak saat pemeriksaan imigrasi Arab Saudi.
“Jadi kemarin memang ada jamaah Indonesia yang tertolak oleh imigrasi Saudi sekitar 51 orang,” ujar Gus Irfan kepada awak media.
Selain itu, sekitar 10 jamaah lainnya tidak dapat diberangkatkan dari Asrama Haji karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang.
Menurutnya, seluruh jamaah sebenarnya telah menjalani pemeriksaan istithaah kesehatan sebelum pelunasan biaya haji. Namun, adanya jeda waktu sekitar tiga bulan membuat kondisi kesehatan sebagian jamaah berubah.
“Karena pemeriksaan pertama dengan saat ini ada jeda waktu tiga bulan, maka jamaah harus benar-benar menjaga kesehatannya,” ucapnya.
Gus Irfan juga menyoroti maraknya praktik haji ilegal. Untuk mencegah kasus serupa, pemerintah membentuk satuan tugas bersama yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Kepolisian RI, dan Imigrasi Indonesia.
Pengawasan diperketat agar masyarakat tidak menjadi korban pemberangkatan nonprosedural yang berisiko membuat jamaah terlantar di Arab Saudi.
“Daripada nanti terlunta-lunta di sana dan tidak bisa menjalankan ibadah haji akibat melalui jalur ilegal, maka kami cegah sejak di sini,” tegasnya.
Ia menyebut kasus haji ilegal tahun ini menurun hingga sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim haji tahun lalu, lebih dari seribu jamaah sempat tertahan di bandara akibat persoalan administrasi dan jalur keberangkatan tidak resmi.
“Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mulai paham setelah dilakukan komunikasi dan edukasi,” paparnya.
Gus Irfan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan haji instan.
“Prinsipnya haji tanpa antre itu tidak ada. Jadi jangan percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan keberangkatan haji tanpa prosedur resmi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan total jamaah haji asal Jombang tahun ini mencapai 1.263 orang.
Sebelumnya, gelombang awal pemberangkatan CJH Jombang telah dimulai pada Rabu (6/5/2026) melalui Kloter 60 dan 61 dengan total 529 jamaah.
Ilham juga mengimbau para jamaah untuk mewaspadai cuaca ekstrem di Arab Saudi selama menjalankan ibadah haji.
“Jamaah harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di sana dan tidak memaksakan aktivitas,” ujarnya.
Leave a Comment