Almarhum Hj. Rubiansih Sumorejo Sukro, saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di Makkah. (Istimewa/KabarJombang)
JOMBANG, KabarJombang.com – Tim kesehatan Kloter SUB 61 menjelaskan kronologi meninggalnya Hj. Rubiansih Sumorejo Sukro (69), jemaah haji asal Dusun Karobelah, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang wafat di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (30/5/2026) malam. Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhumah diketahui sempat menunjukkan kondisi yang membaik, bahkan sudah dapat makan, minum, beribadah, serta berinteraksi dengan keluarga dan rekan sekamarnya.
Petugas Haji Indonesia Kloter SUB 61, dr. Hanif Nur Riestyanto, mengungkapkan tim kesehatan menerima laporan dari keluarga bahwa kondisi Rubiansih menurun saat berada di hotel, Sabtu (30/5/2026) malam. Informasi tersebut diterima sekitar pukul 21.30 waktu Arab Saudi (WAS) atau usai salat Isya.
“Kami mendapat laporan dari keluarga bahwa kondisi Bu Rubiansih menurun setelah Isya. Tim kesehatan kloter langsung melakukan pemeriksaan dan mendapati beliau mengalami penurunan kesadaran serta tekanan darah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Tim kesehatan kloter kemudian memberikan pertolongan pertama di hotel sembari menunggu ambulans datang. Namun kondisi almarhumah terus memburuk hingga petugas tidak lagi mendapati denyut nadinya.
“Sambil menunggu ambulans, kondisi beliau semakin turun sehingga kami harus melakukan CPR atau resusitasi jantung paru karena denyut nadinya sudah tidak teraba,” ucap dr. Hanif.
Almarhumah kemudian dilarikan ke King Faisal Hospital Makkah. Selama perjalanan, tim kesehatan tetap melakukan CPR dan memberikan bantuan oksigen. Setelah mendapat penanganan lanjutan di ruang emergensi, pihak rumah sakit menyatakan almarhumah meninggal dunia pada pukul 22.05 WAS.
“Setelah dilakukan tindakan medis lebih lanjut di ruang emergensi King Faisal Hospital, jemaah kami dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu (30/5), pukul 22.05 WAS,” tuturnya.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisi kesehatan almarhumah dilaporkan sempat membaik beberapa jam sebelumnya.
“Saat kami periksa pada siang dan sore hari, Sabtu (30/5) kondisinya sudah membaik. Beliau sudah mau makan dan minum, bisa beraktivitas ringan seperti salat di kamar, meski masih berada di dalam kamar. Beliau juga masih bisa bercanda dengan keluarga dan rekan satu kamarnya. Namun pada malam hari kondisinya menurun,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan dari pihak King Faisal Hospital, penyebab kematian almarhumah diduga akibat serangan jantung.
“Menurut keterangan dari King Faisal Hospital, kemungkinan penyebabnya adalah serangan jantung,” ujar dr. Hanif.
Sebelum wafat, Rubiansih tercatat dua kali menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Pertama pada 22–25 Mei 2026 di King Abdul Aziz Hospital sebelum agenda Armuzna. Selanjutnya pada 26–29 Mei 2026 ia kembali dirawat di East Arafat Hospital saat pelaksanaan Armuzna dengan diagnosis pneumonia, hipertensi, infeksi saluran pencernaan, serta desaturasi oksigen atau penurunan kadar oksigen dalam darah.
dr. Hanif menjelaskan almarhumah termasuk jemaah dengan kategori risiko tinggi karena faktor usia dan riwayat penyakit yang dimiliki. Selain berusia 69 tahun, almarhumah memiliki riwayat infeksi paru dan anemia sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kondisi tersebut diperberat dengan kurangnya asupan makan dan minum selama berada di Arab Saudi serta perbedaan iklim dan cuaca antara Arab Saudi dan Indonesia.
“Iya, beliau termasuk salah satu jemaah risiko tinggi karena faktor usia lanjut dan memiliki riwayat penyakit sebelumnya,” tuturnya.
Almarhumah telah dimakamkan di Pemakaman Shoraya, Makkah, Minggu (31/5/2026) pagi waktu setempat.
dr. Hanif mengimbau seluruh jemaah haji asal Jombang untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci dan tidak memaksakan aktivitas ibadah apabila kondisi fisik menurun.
“Jemaah harus memahami kondisi fisiknya sedini mungkin dan jangan memaksakan diri beribadah saat kondisi kurang fit. Minum sedikit-sedikit tetapi sering, jangan menunggu haus, gunakan masker, payung atau pelindung diri saat beraktivitas di luar, konsumsi makanan bergizi, minum obat dan vitamin secara rutin, serta selalu mengikuti arahan petugas kloter,” tegasnya.
Meski demikian, saat ini secara umum kondisi kesehatan jamaah haji asal Jombang masih terpantau baik.
“Alhamdulillah rata-rata jemaah dalam kondisi baik dan sehat wal afiat. Mungkin hanya beberapa jemaah yang mengalami batuk pilek atau radang tenggorokan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, membenarkan kabar meninggalnya jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 61 tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari petugas di Arab Saudi, almarhumah sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sebelum wafat, almarhumah diketahui telah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah dan Mina.
“Iya betul, beliau sudah lengkap dalam pelaksanaan haji di Arafah maupun Mina,” ujar Ilham,” ujar Ilham.
Leave a Comment