Religi

Kemenhaj Jombang Mulai Bekali Calon Jemaah Haji 2027 Lewat Manasik Bertahap

JOMBANG,Kabar Jombang.com- Persiapan keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Jombang yang diproyeksikan berangkat pada 2027 mulai berjalan. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang menggelar bimbingan manasik secara berkala bagi jemaah dalam daftar tunggu, sementara kepastian pelunasan biaya haji masih menanti keputusan pemerintah.

Kepala Kantor Kemenhaj Jombang, Ilham Rohim, mengatakan bimbingan manasik tersebut direncanakan berlangsung dalam tujuh kali pertemuan. Program ini menjadi bagian dari pembekalan calon jemaah sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bung Tomo, kompleks Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026), diikuti sekitar 400 peserta. Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi, yakni dua sesi pada Rabu dan satu sesi lanjutan pada Kamis siang.

“Yang datang sekitar 400-an. Kalau ini kita tiga gelombang, tiga sesi. Hari ini ada dua sesi, besok siang ada satu sesi,” ucap Ilham.

Ia menyebutkan, jumlah calon jemaah yang masuk daftar tunggu haji di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 1.300 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 jemaah telah menjalani proses bio visa atau perekaman data biometrik untuk keperluan pengurusan visa haji.

Sementara itu, sebanyak 1.113 jemaah tercatat masih dalam proses verifikasi data. Tahapan administrasi tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum calon jemaah melanjutkan proses keberangkatan.

Setelah perekaman biometrik, calon jemaah masih harus menunggu keputusan pemerintah mengenai pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Jadwal pelunasan akan ditetapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembahasan bersama DPR RI.

Ilham memperkirakan masa pelunasan berlangsung pada Oktober hingga November 2026. Adapun batas waktu pembayaran diperkirakan maksimal 30 hari setelah ketentuan resmi ditetapkan.

“Setelah bio visa ini, jemaah mempersiapkan diri untuk menunggu keputusan tentang pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Ilham.

Mengenai biaya, Ia menyebut total biaya penyelenggaraan ibadah haji mencapai sekitar Rp98,436 juta per jemaah. Namun, nominal Bipih yang harus dibayarkan masing-masing jemaah berbeda, bergantung pada embarkasi atau provinsi keberangkatan.

Secara nasional, rata-rata pelunasan yang ditanggung jemaah diperkirakan mendekati Rp50 juta. Besaran pasti pembayaran tetap mengacu pada ketentuan resmi pemerintah.

Di sisi lain, masa tunggu keberangkatan jemaah haji asal Jombang yang diproyeksikan berangkat pada 2027 saat ini diperkirakan sekitar 14 tahun. Meski demikian, peluang percepatan keberangkatan bagi masyarakat yang mendaftar pada tahun ini belum dapat dipastikan.

Ilham menjelaskan, pemerintah pusat masih menunggu hasil audit forensik terhadap data jemaah untuk menentukan kepastian masa tunggu. Hasil pemeriksaan tersebut berpotensi memengaruhi perkiraan jadwal keberangkatan apabila ditemukan perubahan data yang memungkinkan penyesuaian.

Ia menegaskan, kepastian tahun keberangkatan calon jemaah haji masih menunggu hasil akhir pemeriksaan data yang dilakukan pemerintah pusat. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan jadwal keberangkatan jemaah.

“Kepastian mengenai tahun keberangkatan tetap harus menunggu hasil akhir pemeriksaan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman