Foto : Manasik Haji di Jombang. (dok. kabarjombang)
DIWEK, KabarJombang.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai melaksanakan bimbingan manasik haji terintegrasi bagi calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini mengusung konsep pelayanan inklusif dengan fokus pada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan.
Pelaksanaan manasik dimulai sejak Senin (2/2/2026) dan digelar serentak di empat titik berbeda di wilayah Kabupaten Jombang. Salah satunya berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, yang diikuti ratusan calon jemaah dengan antusias.
Manasik haji ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari dan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang penyelenggaraan ibadah haji. Kegiatan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah para jemaah menyelesaikan proses administrasi, mulai dari verifikasi data, pelunasan biaya haji, hingga pramanifest.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa penyelenggaraan manasik di beberapa lokasi bertujuan untuk memudahkan jangkauan jemaah.
“Manasik kami sebar di empat lokasi, yaitu Islamic Center Jombang, Balai Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek, Kantor MWC NU Mojowarno, serta Miniatur Ka’bah Betek di Kecamatan Mojoagung,” ujar Ilham, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, pola ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman calon jemaah agar lebih siap secara fisik maupun mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Pembekalan ini penting agar jamaah memiliki gambaran utuh mengenai rangkaian ibadah haji yang akan dijalani,” katanya.
Pada tahun 2026, kuota haji Kabupaten Jombang tercatat sebanyak 1.267 jemaah. Seluruhnya akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 60 sebanyak 165 jemaah, Kloter 61 dan 62 masing-masing 374 jemaah, serta Kloter 63 dengan 364 jemaah.
“Keberangkatan jamaah haji Jombang dijadwalkan pada 6 dan 7 Mei 2026,” jelas Ilham.
Materi manasik disusun secara menyeluruh, mulai dari persiapan sebelum masuk embarkasi, layanan dan pelaksanaan ibadah di embarkasi, proses perjalanan udara, hingga pelayanan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah dan Bandara King Abdul Aziz International Airport (KIAA) Jeddah.
Selain itu, jemaah juga mendapatkan pembekalan mengenai rangkaian ibadah di Madinah dan Makkah, persiapan pra-Armuzna, pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, praktik manasik umrah dan haji, hingga tawaf ifadhah serta ibadah pasca-Armuzna.
Ilham menegaskan pentingnya keikutsertaan seluruh calon jemaah dalam kegiatan ini sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan.
“Manasik merupakan bekal utama agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Kami berharap seluruh calon jemaah dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Melalui pendekatan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang berkomitmen menghadirkan layanan pembinaan yang inklusif demi terwujudnya ibadah haji yang aman, nyaman, dan mabrur pada 2026.
Leave a Comment