Religi

Kajian Ramadan di Unipdu Jombang Tekankan Syukur dan Bakti kepada Orang Tua

PETERONGAN, KabarJombang.com – Nuansa religius terasa kuat dalam kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Al-Qur’an Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Senin (2/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pembina Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum, KH M Zainul Ibad As’ad, menyampaikan tausiyah bertema syukur sebagai fondasi ketenangan jiwa dan kesehatan mental.

Sebelum memulai materi utama, ulama yang akrab disapa Gus Ulib itu mengajak jamaah mendoakan wafatnya Ali Khamenei. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang berani menyuarakan pandangan di tengah dinamika politik global.

Memasuki inti kajian, Gus Ulib menegaskan bahwa syukur tidak cukup diwujudkan melalui ucapan semata, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata. Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam banyak perintah yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, seperti salat dan zakat yang kerap disebut berdampingan dalam Al-Qur’an.

“Melaksanakan satu perintah tanpa melengkapi yang lain menjadikan amal kurang sempurna,” ujarnya di hadapan peserta kajian.

Menurutnya, prinsip itu juga berlaku dalam hubungan antara ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta dalam implementasi rasa syukur. Dalam Surah Luqman, lanjutnya, manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah sekaligus berterima kasih kepada kedua orang tua.

Karena itu, rasa syukur kepada Tuhan semestinya tercermin dalam sikap hormat, bakti, dan perhatian kepada orang tua, baik saat masih hidup maupun setelah wafat. Wujudnya dapat berupa doa, kepedulian, hingga berbagi rezeki.

Gus Ulib menekankan, perjalanan hidup dan keberhasilan seseorang tidak terlepas dari peran serta doa orang tua. Ia mengingatkan bahwa keridaan Allah sejalan dengan keridaan keduanya.

Selain aspek spiritual, ia juga mengaitkan sikap syukur dengan kondisi psikologis individu. Banyak kegelisahan batin, katanya, muncul akibat sulit menerima keadaan dan kurangnya rasa puas. Sebaliknya, hati yang terbiasa bersyukur akan lebih mudah meraih ketenangan.

“Ketika seseorang mampu mensyukuri nikmat, sekecil apa pun, maka ketenteraman batin akan hadir. Dari situ kesehatan mental tumbuh,” tuturnya.

Kajian Ramadan tersebut ditutup dengan ajakan menjadikan bulan suci sebagai momentum introspeksi dan peningkatan kualitas diri, terutama dalam memperkuat rasa syukur kepada Allah dan bakti kepada orang tua.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar