Ramadan Saat Covid-19 Melanda, Pesantren Bahrul Ulum Gelar Mengaji Online

Pengasuh Al Ghozali, KH Jauharuddin Alfatih, saat mengaji kitab kuning secara online.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Ditengah wabah virus Corona, Pesantren Asrama Al-Ghozali Bahrul Ulum Tambakberas, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang punya cara tersendiri agar aktivitas mendalami kajian kitab kuning tetap berjalan sepanjang bulan Ramadan 1441 Hijriyah. Yakni berupa pengajian secara online melalui akun media sosial miliknya.

Pengasuh Pesantren Al Ghozali, KH Jauharuddin Alfatih mengatakan, pengajian online ini diikuti para santrinya, yang sebelumnya dipulangkan ke rumah masing-masing beberapa waktu lalu guna mencegah penyebaran Covid-19 .

Baca Juga

Kendati berada di rumah, lanjut Kiai Ruddin, para santri tetap bisa mengaji secara online melalui FansPages Facebook selama Ramadan. Tak hanya itu, masyarakat umum pun bisa mengikuti ‘Ngaji Ramadan’ online dengan mengakses akun tersebut, dengan waktu yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Diungkapnya, kegiatan ini dimaksudkan untuk memaknai bulan penuh berkah ini dengan mengkaji karya ulama hebat dan melestarikan tradisi luhur pesantren.

“Bulan puasa tidak hanya dimaknai sebagai bulan dimana pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Tetapi juga dimaknai untuk nderes, memahami karya ulama hebat. Mengkaji ilmu itu seribu kali ganjarannya dibanding ibadah lain,” kata Kiai Ruddin, Senin (27/4/2020) usai ngaji online.

Kiai Ruddin mengatakan, tradisi pesantren manapun seperti ini, tidak ada pesantren yang bubar ngajinya di bulan suci Ramadan ini. Meski di tengah pandemi, mengaji tidaklah menjadi hambatan. Bahkan, dalam mencari keberkahan bulan Ramadan, pesantren dan santrinya berlomba mengkhatamkan kitab kuning.

“Dengan mengikuti anjuran pemerintah terkait pandemi virus Corona, ngaji dapat dinikmati santri yang berada di rumah secara live, dan dinikmati juga langsung diikuti santri yang masih berada di pondok,” tegasnya.

Kiai Ruddin juga mengimbau kepada seluruh santri Bahrul Ulum untuk terus belajar, karena jiwa santri adalah jiwa pembelajar. Belajar di mana pun tempatnya.

“Menjauhi kerumunan, tetap imsak, menahan hawa nafsu dan belajar dilakukan di manapun sebagai wasilah mendapatkan berkah Ramadlan,” tutupnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait