Puluhan Santri di Jombang Sembuh Covid-19, Penanggung Jawab Aparma Tekankan Patuhi Prokes

Penanggung Jawab Ruang Isolasi Aparma, KH Zulfikar As'ad Umar.
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Setelah hampir dua pekan menjalani karantina di Gedung Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu Peterongan, puluhan santri di Jombang, Jawa Timur, akhirnya dinyatakan sembuh total, Senin (5/10/2020).

Dari sekitar 61 santri yang positif Covid-19, sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Dan kini, hanya tinggal 15 orang saja yang harus menjalani masa pemulihan.

Baca Juga

“Hanya tinggal 30-an (32 atau 33 orang), insyaAllah hari ini sekitar 15 santri sudah diperbolehkan pulang, tinggal menunggu jemputan orang tua dan pimpinan Ponpes, kondisi bagus dan baik,” kata KH Zulfikar As’ad Umar, penanggung jawab ruang isolasi Aparma, Senin (5/10/2020).

Belasan santri yang masih diharuskan menjalani karantina itu, lanjutnya, setiap hari wajib menjalani pemulihan dan peningkatan imunitas. Petugas juga mewajibkan mereka mengikuti senam setiap pagi. Selain itu, mereka juga diberikan kegiatan religi.

Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, pihaknya mengimbau kepada semua Pengasuh Pondok Pesantren terus mengondisikan kegiatan para santri sebaik mungkin, dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kata dia, mencegah adalah hal yang lebih baik.

“Sebenarnya dalam penanganan Covid-19, Garda terdepan itu adalah kita semua. Dengan jaga diri baik, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak itu lebih aman,” tandas Gus Ufik, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, sebanyak 60 santri dari berbagai Pesantren di Jombang, Jawa Timur terpapar virus corona atau Covid-19. Sejak dua minggu lalu, mereka dievakuasi dari Pesantren dan telah menempati gedung isolasi di Gedung Apartemen Mahasiswa (Aparma) Unipdu Peterongan.

Kasus ini terdeteksi setelah salah satu santri di Pesantren Kecamatan Mojowarno mengaku kehilangan daya penciuman dan kemudian menular kepada enam santri lainya.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan uji Swab, jumlah santri yang mengalami keluhan serupa di satu Ponpes ini mencapai 20 orang. Hampir semuanya adalah perempuan.

INSTAGRAM

Berita Terkait