Postingan Penjemputan Warga Miagan Viral, Kepala Puskesmas; ‘Ini Salah Persepsi’

Tangkapan layar postingan 'penjemputan di Desa Miagan' yang menhebohkan jagat maya Facebook dan WAG.
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Jagat maya Facebook dan WhatsApp Grup (WAG) dihebohkan postingan terkait isu ‘penjemputan pasien positif virus Corona di Desa Miagan, Mojoagung, Jombang’. Postingan tersebut juga dishare ke sejumlah grup FB, salah satunya ‘info Wilayah Mojoagung’. . Adapun di WAG, bercaption ‘Astronote mudun’.

Berbunyi, “Di Miagan selatan jalan Dahlia rt 09 rw 01 dilakukan penjemputan 2 anak 1 ibu oleh tim medis Pukesmas Miagan Mojoagung setelah hasil swab dari sang bapak tadi malam dinyatakan positif (sengaja indentitas saya rahasiakan). Menurut info dari tetangga sang bapak kerja sebagai office boy di pabrik rokok sampoerna.. Mugi2 mojoagung tdk da tambahan lgi n yang dijemput tim medis cpat sembuh … Wes ngunu ae“:

Baca Juga

Selang beberapa waktu kemudian, muncul postingan di grup Facebook tersebut yang memberitahukan bahwa postingan itu dihapus. “Ngapunten, maaf n sorry sebesar-besarnya utk postingan tentang Covid-19 kami hapus. Maaf bwt smua anggota kl postingan kami bikin gaduh n tdk nyaman bolo2. Ini akan kmi jdikan plajaran bwt admin. Sekali lgi nganpunten. Matur suwun“.

Terkait hal ini, Kepala Desa (Kades) Miagan, Antok mengaku tidak tahu secara pasti. “Mungkin bisa ditanyakan langsung kepastiannya ke Gugus Tugas Kesehatan Kecamatan Mojoagung atau ke dokter di sana,” jawabnya melalui WhatsApp, Minggu (31/5/2020).

Penelusuran informasi tersebut pun terus dilakukan. Hanya saja, Camat Mojoagung, Aminatur Rokhiyah juga mengaku tidak mengetahui ihwal kabar penjemputan seperti unggahan atau postingan di Media Sosial (Medsos), lantaran tak ada laporan masuk padanya. Pihaknya juga menyarankan mengkonfirmasi ke Dinkes Jombang.

“Ngaputen untuk berita penjemputan kami belum ada laporan, monggo bisa konfirmasi ke Dinkes. Sekali lagi ngaputen,” jawabnya Bu Camat melalui WhatsApp.

Terpisah, Kepala Puskesmas Mojoagung, dr Diana menyatakan, tidak ada aktivitas penjemputan. “Tidak ada penjemputan. Untuk pasien terkonfirmasi positif kami, dirawat di RSUD Ploso,” jawabnya.

Dikatakannya, postingan di medsos tersebut merupakan salah persepsi warga. Dia menyebut, pihak tim medis hanya melakukan Rapid Test di Puskesmas. Dr Diana juga berharap, persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Alasannya, pihak keluarga yang bersangkutan sudah cukup mendapatkan masalah.

“Ini salah persepsi, kami hanya melakukan Rapid Test di Puskesmas dan keluarga langsung kami kembalikan ke rumah. Bukan penjemputan seperti postingan di Medsos,” jawabnya.

Disingung soal kebenaran suami dari yang dilakukan rapid test, apakah positif Covid-19, pihaknya menyarankan wartawan KabarJombang.com mengkonfirmasi hal tersebut ke Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jombang.

“Monggo, langsung ke gugus tugas Covid-19 mawon, Ngaputen,” jawabanya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Budi Winarno saat dikonfirmasi terkait hal ini. “Maaf, saya belum dapat informasi,” singkatnya melalui WhatsApp.

INSTAGRAM

Berita Terkait