Politik & Pemerintahan

Tari Flash Mob Gedruk Jombangan Guncang Alun-Alun, Rayakan Ulang Tahun ke-115 Kabupaten Jombang

JOMBANG, KabarJombang.com – Alun-alun Kabupaten Jombang bergemuruh pada Selasa (21/10/2025) saat ribuan penari tampil dalam Flash Mob Gedruk Jombangan untuk memperingati Hari Jadi ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang sekaligus menyambut Hari Santri Nasional 2025.

Kemeriahan memuncak ketika 1115 penari dari berbagai kalangan menampilkan tarian kolosal Gedruk Jombangan. Mereka terdiri dari siswa-siswi sekolah, masyarakat umum, hingga perwakilan komunitas lintas etnis dan agama yang ada di Jombang. Jumlah 1115 penari dipilih sebagai simbol ulang tahun Kabupaten Jombang yang ke-115.

Ketua Panitia, Didik Tondosusilo, menjelaskan bahwa flash mob ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari jadi yang bertujuan untuk menggugah semangat kebersamaan dan menonjolkan identitas budaya lokal.

“Kita ingin menampilkan kebhinekaan masyarakat Jombang dalam satu tarian bersama. 115 penari ini menjadi lambang kebersamaan sekaligus perayaan ulang tahun ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang,” jelas Didik.

Tari Gedruk Jombangan yang ditampilkan merupakan bentuk kolaborasi budaya khas daerah. Tarian ini memadukan unsur-unsur dari Tari Remo Boletan, Gambus Misri, dan Mawar Bersemi tiga elemen seni tradisional yang mencerminkan keberagaman serta dinamika seni budaya Jombang.

Tak ketinggalan Bupati Jombang, Warsubi, turut hadir dalam acara dan mengungkapkan apresiasinya atas partisipasi masyarakat.

“Alun-alun Jombang hari ini bergemuruh oleh hentakan semangat 115 penari dalam Flash Mob Gedruk Jombangan! Ini adalah bentuk nyata cinta terhadap budaya lokal dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran,” ujar Bupati Warsubi.

Menurutnya, pertunjukan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menguatkan rasa persatuan serta menjaga keberlanjutan warisan budaya Jombang.

“Kreativitas dalam seni tari ini menjadi simbol semangat masyarakat untuk terus maju dan sejahtera bersama. Mari kita lestarikan budaya, perkuat kebersamaan, dan wujudkan Jombang yang lebih baik,” imbuhnya.

“Flash Mob Gedruk Jombangan di Hari Jadi ke-115 Kabupaten Jombang menjadi bukti bahwa seni dan budaya bisa menjadi jembatan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkokoh identitas daerah di tengah arus globalisasi,” tuturnya.

Penampilan massal ini pun disambut antusias warga Jombang yang memadati area alun-alun. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut dan membagikannya ke media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Usai para peserta melakukan tari flash mob gedruk jombangan secara massal, lantunan lagu ya lal wathon dan sholawat menggema diiringi dengan alunan musik khas barongsai. Bupati Jombang beserta jajaran pun juga ikut bernyanyi di tengah-tengah para peserta.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar